Showing posts with label karyawan sukses. Show all posts
Showing posts with label karyawan sukses. Show all posts

Wednesday, September 2, 2015

Cara Menjadi Lebih Produktif Dengan Waktu Sedikit

Cara Menjadi Lebih Produktif Dengan Waktu Sedikit

Menjadi lebih produktif dengan beristirahat

Sepekan waktu kerja kita telah terlewati tetapi kita tampaknya belum melakukan banyak hal yang seharusnya dapat kita lakukan. Apakah karena terlalu banyak pekerjaan yang harus kita lakukan ataukah kita tidak seproduktif yang kita bisa?

Jawabannya bisa jadi merupakan gabungan keduanya. Tetapi beberapa petunjuk sederhana berikut ini akan memungkinkan kita untuk mengoptimalkan usaha dan melakukan banyak pekerjaan dalam waktu singkat. Hal-hal seperti beristirahat sejenak, tidur di siang hari dan memprioritaskan tugas-tugas dapat meningkatkan produktivitas kita.

Beristirahat sejenak

Hal sederhana seperti bangkit dari kursi kita dan pergi ke kamar mandi termasuk melakukan istirahat sejenak. Bekerja terus-terusan pada komputer tanpa disadari dapat menyebabkan kelelahan otak sehingga pikiran seringkali menjadi tidak fokus.

Tujuan beristirahat sejenak adalah untuk menghindari atau setidaknya meminimalkan perjalanan psikis yang luar biasa di siang hari. Atau pergilah ke jendela dan lihatlah pemkitangan di luar untuk sedikit kesegaran. Hal ini dapat dibandingkan dengan sebuah ungkapan “Dalam rangka untuk menghasilkan uang, kita harus mengeluarkan uang.”

Dengan kata lain, untuk menghemat waktu dan bekerja lebih efisien, kita harus mengambil beberapa waktu untuk beristirahat sejenak dari pekerjaan. Di sisi lain, kita tidak seharusnya melakukan beberapa hal seperti makan di meja kerja kita dengan alasan karena masih banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan. kita berpikir bahwa kita akan menghemat waktu dengan makan di meja kerja kita tetapi kenyataannya kita akan jauh lebih produktif jika kita bangkit dari meja kita sekitar 10 menit. Tentu saja, meja kita harus digunakan semata-mata hanya untuk tujuan bekerja.
Hal ini bertujuan agar kita dapat benar-benar fokus pada pekerjaan saat kembali ke meja kerja kita.

Kekuatan istirahat siang

Apa yang orang Spanyol sebut sebagai ‘siesta’ atau istirahat siang telah dikecam oleh para eksekutif Amerika yang berorientasi pada produktivitas. Mereka umumnya tidak memperhatikan kebutuhan pokok tubuh manusia. Meskipun rata-rata orang dewasa mendapatkan sekitar 7 jam tidur setiap malam, namun secara teori mereka seharusnya tidur 8 jam atau lebih.

Stkitarnya, tubuh secara alami ingin tidur antara pukul 2 sampai 4 pagi hari termasuk juga di siang hari. Studi menunjukkan bahwa gangguan tidur pada karyawan dapat menyebabkan perusahaan mengalami kerugian sekitar $ 18 billion setahun karena produktivitas yang hilang. Jadi ada beberapa kebenaran tentang keuntungan beristirahat di siang hari.

Tidur siang singkat seperti di meja kita, di mobil kita (saat tidak bergerak, tentu saja), atau bahkan di taman akan memungkinkan kita untuk segar kembali sehingga dapat bekerja dengan lebih fokus. Tidur siang dengan durasi tidak lebih dari 15 – 30 menit akan memberikan kita energi untuk bekerja sepanjang hari.

Jika kita segan tidur siang karena takut dikatakan pemalas, mari kita lihat orang-orang legendaris berikut yang selalu mengambil kesempatan untuk tidur siang.

Presiden Amerika John F. Kennedy selalu membiasakan diri tidur siang selama 15 menit dengan cara bersandar ke belakang dan menaruh lengan menutupi wajahnya.
Winston Churchill biasa merencanakan meeting strategis di waktu tidur siangnya.
Albert Einstein biasa mengambil waktu tidur siang untuk memulihkan dan meningkatkan produktivitasnya.
Thomas Edison, penemu lampu pijar, lebih memilih rutin tidur sepanjang siang hari daripada tidur di malam hari.

Tetapi bagaimana jika kita adalah tipe konvensional yang tidak suka tidur di tempat kerja? Nah, ada cara lain yang dapat membuat hari kerja kita cepat berlalu.

Buatlah daftar tugas

Banyak perusahaan memiliki masalah yang sama yaitu pekerjaan terlihat menumpuk sementara karyawan terus berusaha mengejar pekerjaan yang belum tertangani. Sebenarnya masalah tersebut ada pada persepsi tugas yang harus diselesaikan, dimana tugas-tugas seharusnya tidak perlu dikerjakan secara berurutan.

Menuliskan hal-hal yang harus dikerjakan dalam sebuah daftar secara berurutan adalah cara yang sangat efisien dalam melakukan sesuatu. Tindakan sederhana dengan mencoret hal-hal yang telah dicapai sangat bermanfaat karena dapat membuat karyawan lebih termotivasi untuk melanjutkan.

Bayangkan sebuah gambaran dimana ada dua karyawan yang memiliki jumlah pekerjaan sama dan harus diselesaikan pada hari itu juga. Karyawan yang membuat daftar tugas sederhana akan paling mungkin menyelesaikan segala sesuatu dengan cepat dan teratur sedangkan karyawan tanpa daftar tugas akan membuang-buang waktu dengan terus memutuskan mana pekerjaan yang harus dilakukan setelah pekerjaan yang satu selesai. Inilah yang dimaksud dengan produktivitas yang hilang…memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Meskipun banyak orang berpikir bahwa mereka harus segera menyelesaikan pekerjaan begitu pekerjaan itu datang, tetapi nyatanya hal tersebut tidak terjadi. Memprioritaskan tugas memungkinkan seseorang untuk mengerjakan tugas-tugas utama baru kemudian menyelesaikan tugas tambahan.

Apa yang harus dilakukan pertama kali

Cara terbaik adalah dengan membuat lembar kerja sederhana untuk beberapa hari atau minggu yang berisi pemisahan tugas-tugas untuk pagi dan sore hari termasuk tugas-tugas rutin yang butuh dikerjakan terus menerus.

Catatan tempel berwarna kuning hanya akan membingungkan kita karena membacanya disana sini. Pusatkan semua pikiran kita hanya pada satu stkitar daftar tugas.

Kemudian pertimbangkan batas waktu yang diperlukan untuk mengerjakannya, misal menulis memo internal, menjawab email, mengirim faks, melakukan penelitian dan lainnya.

Setelah langkah ini dilakukan, tuliskan nomor sesuai prioritasnya di sebelah daftar masing-masing tugas berdasarkan lama waktu pengerjaan dan kemampuan otak yang dibutuhkan. Ini berarti kita harus menjawab email masuk dan menelepon di saat kita beristirahat sejenak. Maksudnya di saat otak kita mulai lelah beralihlah ke tugas sederhana dan tugas rutin sehari-hari. Kegiatan semacam itu tidak perlu diberikan slot waktu tertentu karena digunakan untuk mengisi waktu luang kita.

Ingatlah untuk memberikan fokus tinggi pada pekerjaan kita selama jam-jam produktif baik di pagi hari atau sore hari tergantung kapan waktu terbaik kita dalam bekerja.

Beberapa hal dibawah ini baik untuk meningkatkan produktivitas kita :

Kendalikan gangguan
Jauhkan panggilan telepon singkat
Delegasikan sebanyak mungkin
Jangan membuat janji yang mustahil ditepati
Selesaikan tugas sebelum pindah ke tugas selanjutnya
Minimalkan dorongan untuk bersosialisasi selama jam kerja
Pisahkan kehidupan kerja dari kehidupan pribadi kita

Tujuan dibalik menjadi lebih produktif adalah belajar mengembangkan strategi kerja yang membuat orang dapat melakukan pekerjaan dengan lebih efisien. Ini akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik dan mengurangi tingkat stres kita.

Jadi buatlah daftar tugas, istirahat atau tidur sebentar. Apapun yang tepat untukmu, lakukanlah.

sumber gambar : morguefile

Sunday, August 30, 2015

Apakah Kesabaran Adalah Kebaikan Yang Sesungguhnya?



Waktu kita berharga – Itu sebabnya sangat tepat bagi kita untuk meluangkan waktu empat menit dengan membaca artikel ini

Waktu adalah asset yang paling berharga dari segi manapun kita melihatnya, ada sebuah produk atau jasa yang ditujukan bagi kita agar lebih menghemat waktu dan membantu kita mencapai hasil dengan lebih cepat. Kesabaran adalah kebaikan yang kita latih untuk mengambil keuntungan dari waktu yang kita miliki.

Jadi bagaimana kita menyeimbangkan waktu dan usaha dan membedakan antara kesabaran atau membuang-buang waktu? Ini adalah pertanyaan yang meskipun tidak sering diminta atau dipertanyakan, dapat mengubah perspektif kita secara drastis dan membuat kita mengerti mengapa benar-benar tidak ada pengganti untuk waktu.

Sementara kesabaran adalah kebaikan, menunggu tanpa melakukan apa-apa tentu bukanlah jawaban untuk menemukan keberhasilan baik dalam bisnis ataupun dalam kehidupan. Kunci dalam menyeimbangkan waktu dan fungsinya terletak pada tindakan yang kita ambil dan fokus hidup kita yang dipengaruhi kebiasaan bukannya oleh hasil.

Alasan tindakan dan kebiasaan lebih penting adalah karena mereka langsung dalam kendali kita, sedangkan hasil yang kita cari kurang lebih adalah efek sampingnya. Berfokus pada hasil saja tidak akan mengubah apa-apa, tetapi melakukan usaha kita, tindakan dan kebiasaan akan menghasilkan hasil yang berbeda, terutama jika kita cukup dapat bersabar untuk melihat hasil kerja kita nantinya.

Kesabaran yang seimbang datang dari kemampuan kita melakukan serangkaian tindakan terus menerus ke arah yang benar. Ketika mengejar kesuksesan, uang atau kewirausahaan, faktor penyebabnya tetap sama, sebagaimana kita harus fokus pada kegiatan sehari-hari yang bila dikombinasikan akan menghasilkan penghargaan yang lebih tinggi. Manajemen waktu yang efektif adalah salah satu keterampilan yang diperlukan dari seorang pria.

Unsur kesabaran berperan penting ketika kita mampu memiliki pemahaman yang jelas bahwa apa yang kita anggap panjangnya konsistensi bisa jadi tidak akurat. Dengan kata lain, jika kita percaya bahwa bekerja keras selama enam bulan akan menghasilkan pembayaran tertentu atau menghasilkan dan bersedia memberikan enam bulan saja, maka mungkin pemahaman kita tentang bagaimana memanfaatkan waktu harus berubah.

kita harus memahami bahwa waktu sangat berharga dan bahwa ia harus mengambil tujuannya sendiri tanpa memkitang keyakinan pribadi kita atau tujuan yang kita atur awalnya. Itulah mengapa mengatur deadline berhasil sedangkan mengatur jadwal hasil tidak.

Sebaliknya, berinvestasilah pada jadwal yang terfokus disekitar upaya dan kebiasaan, hal-hal yang sepenuhnya dalam kendali dan kemampuan kita untuk berubah. Dibawah ini adalah contoh yang mudah dipahami.

Bagaimana kebanyakan orang menetapkan tujuan:
“Saya ingin menjadi jutawan pada umur 30”, itu adalah tujuan yang mengaitkan waktu, dimana tidak satupun variabel yang benar-benar dalam kendali kita.

Di sisi lain, tujuan yang lebih baik dan lebih masuk akal mungkin seperti ini:
“Saya akan mendirikan bisnis pertama saya di umur 25 tahun dan memiliki minimal 100 klien pada umur 30 tahun”. Sementara kedua tujuan tersebut akan menciptakan kesempatan menjadi jutawan pada umur 30 tahun. Tujuan yang satu ini akan memungkinkan kita untuk mengukur waktu melalui usaha yang dapat dilakukan bukan dengan hasilnya saja. Pria sejati mengorientasikan hidup mereka pada apa yang dapat mereka lakukan, daripada berfokus pada apa yang mereka tidak bisa.

Sekali kita memahaminya, terlepas dari harapan kita tentang waktu yang dilalui, usaha kita tidak harus difokuskan pada waktu itu sendiri, melainkan pada tindakan kita yang dapat kita kontrol, tanpa pernah melupakan tidak adanya pengganti waktu dan kesabaran.

Thursday, August 13, 2015

8 Tips Manajemen Waktu Yang Harus Dipelari Untuk Orang Yang Suka Menunda Pekerjaan

time management

Waktu adalah sumber daya yang tak tergantikan. Sekali waktu itu pergi, artinya benar-benar habis. Jangan sia-siakan.

Salah satu keterampilan terbaik seseorang yang bisa dipelajari adalah manajemen waktu. Setiap orang memiliki waktu yang sama yaitu 24 jam sehari, tapi bagaimana kita menggunakan dan mengatur waktu yang memisahkan kita antara satu dengan yang lain. Untuk mereka yang tanpa manajemen waktu, hari-hari berlalu dengan cepat dan mereka merasa melakukan sesuatu yang sangat sedikit hingga hari itu berakhir. Mereka yang menggunakan manajemen waktu mendapatkan hasil maksimal dari hari mereka dan mencapai banyak hal dalam 24 jam.

Semakin sukses kita, semakin banyak waktu yang berharga. Jadi tidak mengherankan, orang-orang yang paling sukseslah yang luar biasa dalam mengelola waktu mereka. Namun kita tidak perlu menjadi sangat sukses untuk menguasai manajemen waktu. Berikut adalah 8 tips sederhana untuk mendapatkan hasil maksimal dari hari kita.

Mulai hari kita dengan daftar yang harus dilakukan

Hal pertama yang saya lakukan ketika tiba di kantor adalah menulis to do list saya. Biasanya saya sudah punya poin-poin yang tercantum dari hari sebelumnya, tetapi saya hampir selalu menambahkan setidaknya satu tugas baru setiap pagi. Saya menggunakan notepad, tetapi jika kita membutuhkan sesuatu yang lebih terlihat, cobalah papan putih.

Gunakan pengingat (reminder) pada telepon genggam kita

Saya tidak bisa mengatakan berapa banyak saya diingatkan telepon genggam saya tentang sesuatu yang saya benar-benar lupa. Pada umumnya smartphone telah dirancang dengan kemampuan pengingat, belum lagi ada banyak aplikasi pengingat yang bisa kita unduh. Tambahkan tugas kita ke dalam pengingat sebelum kita lupa.

Gunakan sebuah kalender

Agenda adalah bagus untuk merencanakan harimu, tetapi kalender bagus untuk merencanakan minggu kita, bulan bahkan tahun. Saya selalu meneliti kalender saya setiap dua hari sekali untuk memastikan bahwa saya tidak melupakan satu kewajiban pun. Jika kita menggunakan Gmail, saya sarankan kita menggunakan kalender google. Kalender google sinkron dengan email kita dan secara otomatis akan menambahkan setiap undangan pertemuan yang kita mungkin terima dalam email.

Tugas Beragam

Tidak ada yang salah dengan melakukan sedikit tugas beragam jika kegiatan yang kita lakukan tidak begitu penting. Ini termasuk hal-hal seperti makan saat kita bekerja, menerima telpon sementara kita menulis email, melakukan pekerjaan menulis sementara berada di dalam kereta/bus, dll.

Katakan “Tidak”

Jangan mengambil lebih banyak daripada yang bisa kita tangani. Jangan katakan ya untuk hal yang tidak penting yang akan merebut fokus kita dari hal lebih penting lainnya. Belajarlah untuk memprioritaskan tugas-tugas kita dan belajar kapan harus mengatakan ya, dan terlebih penting adalah kapan mengatakan tidak.

Waktu Luang

Jangan menyusun jadwal kita terlalu dekat. Rencanakan untuk interupsi dan hal-hal yang tidak beres. Sisakan waktu luang 10 – 15 menit diantara masing-masing kegiatan atau rapat. Melakukan hal ini memungkinkan kita untuk sedikit bernapas dan siap menyambut kegiatan berikutnya. Pikirkan waktu luang ini sebagai rencana darurat jika ada yang salah atau berjalan tidak sesuai harapan.

Mode Pesawat (Airplane Mode)

kita tidak perlu naik pesawat untuk mengatur ponsel kita dalam mode pesawat. Ketika bekerja pada sesuatu yang penting, teleponmu biasanya adalah penyebab utama gangguan. Mode pesawat adalah senjata rahasia kita saat kita benar-benar membutuhkan fokus pada sesuatu yang dilakukan dan tidak ingin terganggu dengan panggilan telepon, sms, email, notifikasi dll.

Atur Deadline

Atur deadline untuk semua tugas-tugas kita, karena tanpa deadline selalu ada kata “besok”. Menetapkan deadline untuk tugas kita memungkinkan kita untuk merencanakan hari kita lebih akurat dan mencapai lebih banyak hal dalam 24 jam.

Sumber foto : Photocapy

Wednesday, August 12, 2015

Bagaimana Agar Kegagalan Membawa Kesuksesan

Mengubah Kegagalan Menjadi Kesuksesan

Apakah kita ingin menjadi sukses? Persiapkan diri untuk kegagalan
Formula untuk sukses? Lipat gandakan kegagalan kita. Seperti ungkapan yang terkenal, orang yang sukses adalah orang yang mengalami banyak kegagalan. Dan orang yang tidak sukses adalah orang yang tidak berani mencoba.

Untuk setiap pencapaian besar yang orang-orang sukses dapatkan, mereka memiliki kegagalan yang berlipat ganda dibandingkan kita. Kegagalan adalah pelajaran dari keberhasilan di masa mendatang, tetapi banyak orang yang tidak melihat kegagalan dengan positif.

Sepanjang waktu, gagal memiliki konotasi negatif dan memang seharusnya demikian. Tidak ada seorangpun yang suka dan berniat untuk muncul secara singkat dan tidak sukses. Namun, kegagalan mutlak diperlukan untuk menjadi hebat pada suatu hal, meskipun banyak orang yang tidak pernah mencapai tingkat tersebut karena takut gagal. kita harus merangkul kegagalan, karena itu berarti setidaknya kita punya nyali untuk mencoba. Jika kita benar-benar menginginkan sesuatu, kita harus bersedia untuk gagal mendapatkannya.

Tanyakan pada Michael Jordan, seorang pria yang mencapai tingkat kesuksesan tertinggi dalam keahliannya. “Saya sudah meleset lebih dari 9.000 tembakan dalam karir saya; saya sudah kehilangan hampir 300 pertandingan. Dua puluh enam kali saya dipercaya untuk mengambil tembakan kemenangan dalam pertandingan dan meleset. Saya telah gagal berulang kali dalam hidup saya. Dan itulah sebabnya saya berhasil”.

Cepat Gagal

Menurut Malcolm Gladwell "Aturan 10.000 jam," dibutuhkan 10.000 jam praktek untuk mencapai penguasaan di lapangan. Terlepas jika kita percaya pada aturan ini atau tidak, kita semua pasti sepakat bahwa dibutuhkan banyak waktu dan latihan untuk menjadi seorang ahli pada suatu hal.

Mengingat bahwa dibutuhkan 10.000 jam untuk menjadi sukses pada suatu hal, bukankah kita lebih suka untuk cepat sukses daripada nanti? kita tidak akan pernah menyesal gagal lebih awal karena itu artinya kita akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk sukses lebih awal juga. Ketika membuat sebuah perusahaan startup, kita ingin gagal secepat mungkin sebelum perusahaan kita berkembang menjadi bisnis yang lebih matang dimana kegagalan-kegagalan itu dapat menjadi lebih mahal.

Kematian adalah salah satu hal yang dijamin dalam hidup ini. kita tidak pernah dijanjikan hari esok, sehingga kita sebaiknya mulai gagal hari ini. Sebagai seorang seniman besar, Picasso mengatakan “Hanya dengan menunda sampai besok apa yang kita ingin selesaikan sudah ditangguhkan”

Sering Gagal

kita harus siap sering kalah sebelum benar-benar menang. Ada sederet orang sukses yang sering gagal sebelum berhasil. Thomas Edison gagal 1.000 kali sebelum membuat bola lampu, novel pertama Stephen King ditolak 30 kali, dan Henry Ford gagal memulai beberapa perusahaan otomotif sebelum memulai Ford Motor Company.

Daftar tersebut semakin lama semakin panjang dibanding dengan orang-orang yang tidak pernah gagal sebelum sukses. Gagal dari waktu ke waktu bisa sangat mematahkan semangat, itulah mengapa sebagian besar orang sukses memiliki mental yang kuat. Tidak semua orang dapat bertahan saat gagal dan gagal lagi.  Hanya dengan memahami kegagalan ini dimana kita belajar darinya, dapat menjadi dasar untuk kemenangan nanti.

Sebagaimana salah satu dosen saya pada tahun pertama kuliah saya, berkata menjadi seorang pengusaha sukses adalah seperti menyalakan api dengan dua buah batu. kita dapat memukul kedua batu tersebut bersamaan selama bertahun-tahun dan tidak tercipta api sama sekali, tetapi kita hanya perlu memicu sekali saja untuk menciptakan sebuah api.

Gagal Terbuka

Gagal sendirian dapat mematahkan semangat, gagal secara terbuka bisa memalukan. Saya sangat percaya bahwa, bila memungkinkan, kita harus menempatkan diri dalam posisi bahwa jika kita gagal, kita gagal dengan terbuka dan mulia. Menetapkan diri baik gagal ataupun berhasil secara terbuka adalah penting karena dua alasan.

Yang pertama adalah bahwa ketika kita memberitahukan kepada orang-orang tentang usaha keras kita, akan jauh lebih mungkin untuk menindaklanjutinya bersama dengan mereka. Keraguan membunuh lebih banyak mimpi daripada kegagalan. Jika kita meragukan kesempatan untuk berhasil mencapai impian kita, dan kita belum memberitahu seorang pun tentang hal ini, kita sepertinya jauh lebih suka tidak mencoba. Rasa takut ibaratnya seseorang yang mudah menyerah yang akan membatalkan keragu-raguannya sepanjang waktu.

Alasan kedua yaitu setelah kita memberitahu semua orang tentang usaha keras kita, takut gagal akan memotivasi kita untuk berusaha lebih keras lagi. Ketika kita berbicara dengan tegas tentang impian kita, kritik akan mulai muncul. Orang yang takut mengejar impiannya sendiri, akan berusaha menghancurkan kita. Buktikan bahwa mereka salah. Jangan berhenti sampai kita berhasil. Saya yakin, jika kita gagal secara terbuka, kita akan berusaha keras selanjutnya.

Belajar dari Kesalahan

Gagal hanya bermanfaat apabila kita belajar dari pengalaman. Gagal belajar dari kegagalan kita adalah gagal dalam arti sesungguhnya. Ini penting untuk membedakan antara kegagalan dan kesalahan. Kegagalan adalah kelemahan yang dapat kita pelajari. Kesalahan adalah pengulangan dari kegagalan sebelumnya. Dan kita semua tahu bahwa mengulangi tugas yang sama sementara mengharapkan hasil yang berbeda adalah definisi kegilaan. kita harus belajar dari kegagalan dan menghindari kesalahan yang bodoh.

kita harus lebih kuat dari kegagalan kita, jangan lebih lemah. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menganalisa kegagalan kita untuk melihat apa yang salah dan apa yang benar. Evaluasi kembali rencana kita, persiapkan dan laksanakan. Temukan apa yang salah dan lakukan yang terbaik untuk memperbaikinya.

Seperti Malcolm Forbes katakan, “Kegagalan adalah sebuah keberhasilan apabila kita belajar darinya”.

sumber gambar : Steve Juvetson

Saturday, August 8, 2015

20 Cara Untuk Mengesankan Atasan Kita

20 Cara Untuk Mengesankan Atasan Kita

Setiap orang ingin melakukan yang terbaik di tempat kerja untuk memastikan mereka apakah grade kita naik atau tidak di perusahaan. Coba pikirkan hal ini – mengapa kita tidak "kemana - mana" di suatu tempat daripada di tempat lain?

Kita cenderung berpikir bahwa untuk maju, kita harus melakukan tugas yang luar biasa, memenuhi deadline gila-gilaan, dan bekerja terlalu keras. Meskipun pasti kita akan mendapatkan prediakat “pekerja keras” pada profil pribadi kita, tetapi ada banyak cara untuk berprestasi daripada bekerja terlalu rajin.

Tetapi hal paling penting dalam hidup profesional dan percintaan kita adalah hal-hal kecil. Jaga penampilan profesional kita, jaga agar panggilan telepon pribadi dalam waktu sesingkat mungkin dan menjadi pemain tim. Sekarang hal-hal semacam itu pasti akan membuat kita diperhatikan.

Tampil menarik

Bawa tas kantor

Datang dan pulang dari tempat kerja dengan membawa tas kantor setiap hari menimbulkan kesan bahwa kita bekerja keras, bahkan meskipun jauh dari meja kerja kita. kita mungkin hanya menggunakannya untuk membawa makan siang, tetapi masih tetap mengesankan.

Duduk dengan tegak

Duduk dengan tegak dan berdiri dengan berwibawa adalah sinyal tubuh yang menunjukkan seorang yang percaya diri dan memimpin. kita tidak ingin orang lain melihat kita membungkuk di depan komputer kita, kecuali saat malam hari kita melakukan peregangan ringan untuk menyelesaikan laporan.

Tepat waktu

Tidak ada seorangpun yang suka menunggu, jadi perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh orang lain juga. Seperti yang selalu saya katakan, “Jangan mengharapkan saya datang lebih cepat, tetapi saya tidak akan pernah terlambat.” Hanya tepat waktu.

Tinggalkan urusan pribadi kita di rumah

Salah satu aspek penting dari setiap karyawan adalah kemampuannya untuk memisahkan urusan kerja dengan urusan pribadi, yang berarti bahwa dirinya didedikasikan sepenuhnya untuk bekerja begitu tiba di kantor. Artinya juga tidak ada obrolan panjang dengan kekasih selama jam kerja tentang film apa yang akan ditonton malam ini.

Jangan khawatir, berbahagialah

Tersenyum mudah menular, dan itu akan menyulitkan bagi orang lain untuk membuat kita sedih – saat kita secara kebetulan melakukan sesuatu yang salah.

Berpenampilan dan beraroma baik

Hal-hal sederhana seperti membawa permen penyegar napas atau sisir saku bisa menjadi penyelamat. Bagaimanapun banyak orang masih menilai orang lain dari penampilannya. Jadi simpan gaya pakaian santai kita untuk hari Jumat dan usahakan selalu tampil profesional.

Jaga kebersihan area kerja kita

Memiliki meja kerja yang bersih dengan semua tumpukan surat pada tempatnya adalah cara yang tepat untuk menjadi teratur, dan cara yang baik untuk menunjukkan pada pimpinan kita bahwa kita adalah orang yang terorganisir.

Berbicara dengan baik

Tahu apa yang kita katakan

Membaca surat kabar pagi, menangkap perkembangan terbaru dalam industri kita dan mengetahui apa yang terjadi di tempat kerja. kita toh ingin selalu terhubung dengan pekerjaan kita baik dalam hal besar maupun kecil. Selalu menangkap informasi akan menolong kita, jika kita memang berencana ingin pindah ke perusahaan yang lebih besar dan lebih baik.

Ekspresikan dengan tangan

Jangan takut untuk mengekspresikan diri dengan tangan kita saat berbicara. Lakukan dengan alami. Plus, tidak ada orang yang suka dengan kekakuan.

Selalu siap dengan lelucon

Meskipun kita tidak sampai dikenal sebagai badut kantor, tentunya kita ingin juga dapat membuat lelucon disaat yang tepat. Dan apa cara yang lebih baik untuk mengatur mood karyawan daripada membuat sebuah lelucon sesekali?

Bagaimana dengan gosip kantor?

Jauhi gosip

Sebagaimana gosip itu menyenangkan, gosip kantor adalah senjata mematikan yang bisa mengakhiri karir kita dengan cepat.Hindarilah aib di kantor.

Belajar untuk tutup mulut

Terkadang cara terbaik untuk terlihat cerdas adalah dengan menutup mulut. Meskipun ada baiknya untuk berpartisipasi dalam percakapan saat kita memiliki sesuatu untuk dikatakan, tetapi jika kita hanya memunculkan poin yang itu-itu saja, maka kita lebih baik tidak mengatakan apa-apa. kita bahkan mungkin terlihat seperti sedang benar-benar menganalisis apa yang orang lain katakan dengan duduk termenung. Dan tentu saja jangan pernah membentak orang lain.

Jangan sombong

Tidak ada orang yang suka dengan tukang pamer, terutama dengan mengorbankan orang lain. Perhatikan apa yang kita katakan, dan jangan terlalu menonjolkan prestasi kita berlebihan.

Lakukan yang baik, jadilah baik

Beri saya, beri saya, beri saya

Saya tidak merujuk pada uang dan bonus, tetapi pada beban kerja kita. Jika kita melakukan sebuah kebiasaan untuk selalu melakukan pekerjaan ekstra, atasan kita akan melihat hal itu, terutama ketika saat promosi jabatan tiba. Dan jangan khawatir, uang akan mengikuti.

Jangan berkencan dengan rekan kerja

Tidak peduli betapa seksinya sekretaris baru atau asisten kita, jangan perhatikan hal tersebut. Ini akan menyelamatkan kita dari rasa pusing dan sakit hati berkepanjangan di bulan-bulan mendatang. Satu-satunya cara yang tepat (secara profesional dan hubungan asmara) adalah jika dia bekerja di departemen yang sama sekali berbeda dengan kita atau jika dia hanya magang sementara. Lebih dari itu, lupakan berkencan dengan rekan kerja.

Selalu berada dalam kendali

Saya tidak mengatakan bahwa kita tidak seharusnya stres di menit terakhir saat meeting dengan direktur produksi, tetapi kita tidak seharusnya membiarkan orang lain melihat hal tersebut. Biarkan teman-teman dan khususnya bawahan kita percaya bahwa kita berhasil mengatasi segalanya, dan mereka akan menghormati kita untuk itu. Dan selanjutnya, giliran atasan kita akan terkesan.

Perhatikan situs tempat kita menjelajah   

Ingat bahwa tempat kerja harus menjadi salah satu tempat kepantasan, dimana kita menjauhkan diri dari mengunjungi situs yang patut dipertanyakan selama waktu luang kita. Lupakan situs porno dimana kita dapat melihat aktris favorit kita dalam keadaan telanjang.

Jadilah orang yang menyenangkan bagi rekan kerja

Meskipun kita tidak harus berubah menjadi orang yang selalu mementingkan kepentingan orang lain, mengingat ulang tahun rekan kerja atau menanyakan info tentang sakit flu asisten kita selalu menjadi nilai plus.

Jadilah pemimpin

Jangan takut mengambil peran seorang pemimpin jika memang diperlukan. Saat seorang pegawai senior pensiun, aturlah pesta perpisahan, atau saat seseorang sedang dipromosikan, siapkan acara perayaan dengan rekan-rekan kita. Mengambil inisiatif dan lain-lainnya akan membuat orang lain cepat menyukai kita.

Hormati politik kantor dan aturannya

Ada serangkaian peraturan tak tertulis untuk dipatuhi di tempat kerja manapun. Hal-hal seperti menjaga mesin kopi tetap bersih, mengisi mesin fotokopi dengan kertas saat kertas telah habis dan lain-lain adalah contohnya. Politik kantor seperti permukaan yang licin, jangan main-main dengannya.

Kerja yang bagus!

Sebagaimana hal-hal kecil akan membentuk gambaran besar, melalui daftar diatas tentunya akan membuat kita lebih terkendali di tempat kerja dan mengesankan atasan kita dalam segala hal. Jadilah pintar, terlihat profesional dan nantikan promosi untuk kita di masa mendatang. Sampai jumpa di tangga teratas perusahaan!

sumber gambar : morguefile.com

Thursday, August 6, 2015

Membantu Atasan Menjadikan Kita Orang yang Sukses

Apa hal pertama yang kita pikirkan saat memulai pekerjaan baru? Mungkin prestasi yang terus naik dan membuat nama kita dikenal. Apa hal terbaik untuk dilakukan setelah menyelesaikan pekerjaan kita dengan benar? Bantu atasan kita, tentu saja.

Saya akan selalu mengingat respon yang diberikan teman saya saat interview pekerjaan. Ketika dia ditanya, “Dimana kita melihat diri kita dalam lima tahun?” Dia menjawab, “Duduk di kursi kita.”

Jelas sikap berani dan memandang jauh ke depan persis seperti yang diinginkan pemberi kerja dalam menambah tim karyawannya. Meskipun atasan tidak ingin terancam oleh kita dan kecerdasan kita, mereka tetap menginginkan seseorang untuk menjadi tim yang hebat.

Seberapa berhargakah kita?

Menjadi pimpinan saat ini jauh lebih menuntut daripada dahulu, karena saat ini banyak pengusaha muda masuk dalam bursa kerja dengan semangat “tidak ada yang perlu dikuatirkan dan semuanya untuk didapatkan.”

Para profesional muda ini lapar pengetahuan dan mungkin lebih mudah beradaptasi dan belajar konsep serta prosedur baru. Dikatakan bahwa generasi muda memiliki nilai yang tersirat dan melekat pada diri mereka sendiri sambil menunggu keberhasilan dan prestasi mereka. Tetapi yang terbaik dari kalangan mereka pun ternyata masih membutuhkan bantuan untuk menjaga karir mereka tetap stabil.

Nilai tambah akan datang seiring dengan waktu. Seperti kata pepatah, “kita hanya sesukses apa yang orang lain katakan.” Mengingat hal tersebut, pimpinan kita adalah salah satu orang yang dapat menghargai dan menilai potensi kita sesungguhnya.

Mengatur level atas

Konsep pengaturan level atas bukanlah tidak efektif karena menimbulkan perhatian dari orang-orang diatas kita. Pemikiran untuk mengelola level atas harus dilakukan dengan menyelesaikan lebih banyak tugas dan secara langsung membantu atasan kita dalam beberapa pekerjaan yang membutuhkan bantuan.

Tidak perlu dikatakan lagi bahwa kita tidak harus menghalangi aktivitas superior kita dengan mengambil tugas-tugas tambahan agar terlihat baik. Segala sesuatu yang kita lakukan harus dilakukan dengan serius dan juga sebagai tambahan untuk beban kerja saat ini.

Jangan buang waktu kita

Jangan berpikir bahwa bekerja hingga larut pagi untuk jaringan distribusi kita akan membuat kita dianugerahi medali kehormatan. Pastikan kegiatan “ekstra-profesional” kita memang layak bagi waktu kita.

Hal yang tidak kita inginkan adalah merasa diri tidak berguna setelah menghabiskan 8 jam – tanpa dibayar – untuk lembur yang hanya menghasilkan komentar “Itu bagus, Bob, tapi kami memiliki prioritas-prioritas.” Jika komentar tersebut tidak menurunkan motivasi kita, maka kita memang bermental baja.

Jangan salah paham bahwa pekerjaan seperti itu tidak dihargai, sebaliknya sadari bahwa tugas manajer adalah mengatur pekerjaan dan karyawan. kita sebaiknya melakukan cek sekilas pada pimpinan kita sebelum memulai apapun. Jangan katakan padanya apa yang ada dalam pikiran, tetapi jalankan pikiran kita melalui dia untuk melihat apa pendapatnya.

Memberitahukannya bahwa harus ada lebih banyak cara untuk memperoleh penghasilan tanpa meningkatkan biaya keseluruhan. Jika dia setuju dengan ide kita, itu karena ada sesuatu yang harus diselesaikan dengan hal tersebut. Sekarang kita mendapatkan lampu hijau untuk mulai bekerja pada proyek ini, jangan menekan dengan gagasan lebih lanjut tetapi mulailah bekerja.

Hal yang paling tidak kita inginkan adalah bahwa pimpinan setuju dengan ide kita, tetapi kemudian berbalik dan mempercayakan orang lain untuk tugas penting ini.

Haruskah kita bekerja keras untuk meyakinkan pimpinan kita, ataukah mengikuti arus saja?

Bekerja dengan baik akan membawa kita naik lebih jauh

Ingat bahwa pimpinan kita secara tidak langsung adalah salah satu orang yang memutuskan keberhasilan profesional kita, setidaknya untuk jangka pendek. Hal ini penting bagi kita untuk menarik perhatiannya secara pribadi dan profesional tanpa terlihat mencolok. Dengan kata lain, jangan hanya mengikuti arus.

kita harus meyakinkan pimpinan kita bahwa kita mampu membuat segalanya menjadi lebih mudah, terutama tanpa dia sadari dan akhirnya memberikan tanggung jawab tersebut pada kita.

Untuk memastikan kerja keras kita diperhatikan, sajikan gagasan-gagasan kita diatas kertas dan lengkapi dengan angka. Hasilkan lebih banyak uang untuk bos kita dan dia pada waktunya akan menghasilkan uang juga untuk kita. Sesederhana itu.

Mengenal pimpinan kita

Hubungan atasan dan bawahan adalah seperti hubungan yang romantis : karyawan harus belajar kekuatan dan kelemahan atasan. Misalnya, jika atasan tidak menyukai laporan keuangan untuk perusahaan afiliasi, maka kita dapat menawarkan diri untuk memeriksanya kembali dan memastikan tidak ada perbedaan besar dalam laporan keuangan tersebut. Karena tugas ini adalah salah satu tugas yang semi penting, maka pimpinan tidak bisa dengan bebas meminta kita melakukannya, tetapi jika kita memilih menjalankannya, kemudian apa masalahnya?

Apa yang membuat bos kita setuju?

Setelah kita mengetahui masalahnya, maka jangan pernah berseberangan dengannya, apapun itu. Cobalah untuk bekerja dengan dia, bukan melawannya.

Lakukan hal-hal diluar kebiasaan
Menunggu hal-hal tersaji di depan kita tidak membuat kita menjadi proaktif. Melaksanakan tugas rutin harian hanya akan membuat kita menjadi seorang pekerja yang reaktif.

Selesaikan pekerjaan kita dengan baik

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, jangan lupa untuk melakukan tugas-tugas yang memang kita dibayar untuk itu. Jika kita seorang akuntan, maka pastikan neraca perusahaan sudah beres. Rekan-rekan akan belajar dari apa yang kita lakukan.

Memberi contoh yang tepat

Mendapatkan rasa hormat dari rekan-rekan kita dan pimpinan adalah cara yang tepat untuk membuat semua orang di tempat kerja merasa dilibatkan, karena hal yang paling tidak kita inginkan adalah seorang musuh.

Apa selanjutnya?

Dengan petunjuk sederhana ini, sekarang kita telah memiliki gagasan yang lebih baik tentang bagaimana membuat pimpinan menyukai kita. Tanpa keluar dari pekerjaan, buatlah nama baik untuk diri kita sendiri dan bangun reputasi kita.

Monday, November 24, 2014

8 Hal Yang Menghambat Karir

Pengertian karir

8 Hal Yang Menghambat Karir
Karir

Berdasarkan wikipedia, karir itu adalah sebuah kata dari Bahasa Belanda; carriere yang artinya adalah perkembangan dan kemajuan dalam pekerjaan seseorang. Ini juga bisa berarti jenjang dalam sebuah pekerjaan tertentu.


Karir secara istilah didefinisikan oleh Kamus Bahasa Indonesia sebagai perkembangan dan kemajuan baik pada kehidupan, pekerjaan atau jabatan seseorang. Biasanya pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan yang mendapatkan imbalan berupa gaji atau uang.

Berdasarkan pengertian karir maka kita sering mendengar ungkapan dari karyawan : "saya mempunyai karir yang bagus". Atau :"karir saya sudah mentok."


Hal - hal yang menghambat karir

Tidak semua orang memiliki karir yang bagus atau cemerlang di tempat kerjanya masing - masing. 

Adapun hal - hal yang menghambat karir seseorang dibagi menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari karyawan itu sendiri, sedangkan eksternal berasal dari luar dirinya sendiri.

Hal - hal yang menghambat karir dari internal antara lain :

1. Kesehatan yang buruk
Sering sakit - sakitan atau mempunyai penyakit berat bisa menghambat karir kita. Karena sakit membuat kita kurang produktif dan performance-nya turun. Kalau beginia maka perusahaan pun tak mau menawari promosi kepada kita, karena konsekuensi dari promosi adalah bertambahnya tanggung jawab dan ini membutuhkan banyak hal, satunya adalah kesehatan yang baik.

2. Kutu loncat (terlalu sering pindah kerja)
Hati - hati kepada karyawan yang sering pindah - pindah kerja atau kutu loncat. Dengan menjalani sebagai kuti loncat, maka kemampuan kita tidak akan bertambah. Kita hanya mampu pada satu dua hal saja, sehingga untuk naik karir yang lebih tinggi, kita tidak cukup mempunyai kemampuan yang mumpuni.

Selain itu, kalau kita dikenal sebagai kutu loncat oleh perusahaan, maka perusahaan akan berfikir ulang untuk memberikan promosi karena dikhawatirkan akan pindah kerja ke tempat lain.

3. Tidak merencanakan karir ke depan - mengikuti arus yang ada
Dalam bekerja, kita harus membuat perencanaan karir sendiri. Bukan orang lain. Kalau kita tidak merencanakan karir kita sendiri maka kita hanya akan jalan di tempat.

Dalam bekerja harus mempunyai targetan pribadi dalam pengembanga karir kita sendiri. Ketika kita telah merencanakan karir kita dalam pekerjaan, maka kita tahu apa yang harus dilakukan, keahlian apa yang harus diambil, berapa lama waktu untuk mencapainya dan sebagainya.

Ada seorang mantan CEO multi national company menceritakan rencan karirnya dulu. Dia mendatangi salah satu seniornya dan bertanya bagaimana caranya agar bisa menjadi CEO. Seniornya tersebut memberi saran agar tidak masuk departemen tertentu dan membuat beberapa project perbaikan. Sebagai saran tambahan, dia juga diminta untuk menambah berat badan (nah kalau saran yang ini tidak diikuti he he he). 

Dan benar saja, dalam beberapa tahun dia bisa mencapai posisi puncak dari perusahaan multi national tersebut.

4. Tidak mengembangkan diri
Luangkanlah waktu kita untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan dalam bekerja. Kita bisa membaca - baca buku atau mengajukan training kepada atasan kita. Jangan takut untuk mengambil beberapa project yang kira - kira bisa meningkan kemampuan diri kita.

Ingat, kesempatan tidak datang dua kali. Naiknya karir kita karena ada kemampuan dan kesempatan. Jangan sampai ketika ada tawaran promosi, kita belum siap atau belum mempunyai kemampuan yang cukup.

Selain faktor eksternal atau dari luar yang menghambat karir seseorang adalah :

1. Perusahaan sudah mapan
Salah satu kekurangan perusahaan mapan, jenjang karir sulit dan lama. Perusahaan yang mapan cenderung akan berjalan stabil. Boleh dibilang tidak ada posisi baru yang tersedia. Kalau kita mau karir kita menanjak, maka kita harus pindah kerja atau menunggu ada yang pensiun atau mengundurkan diri.


2. Atasan yang tidak memikirkan karir bawahan
Ada yang mengatakan bahwa atasan bertanggung jawab atasan pengembangan karir bawahannya. Karena atasan bisa melihat kelebihan dan potensi yang dimiliki bawahannya dan membaca perkembangan perusahaan ke depan. 

Potensi dan kelebihan bawahan diketemukan dengan peluang - peluang ke depan, sehingga karir sang karyawan bisa berkembang dengan baik.

Namun ada saja, atasan yang tidak memikirkan karir bawahannya. Dia pura - pura tidak melihat atau tidak mau tahu potensi yang dimiliki bawahannya. Takut tersaingi adalah salah satu alasannya.

Melihat karirnya tidak naik - naik, akibat ketidakpedulian atasannya, maka biasanya karyawan memilih untuk resign atau mengundurkan diri.

3. Pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan 
Jika kita merasa bekerja tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, berhati - hatilah ada kemungkinan karir kita terhambat. Bekerja dengan kondisi seperti ini hanya menghasilkan pekerjaan setengah - setengah; menunjukkan performance yang kurang bagus sehingga peluang promosi semakin kecil.
 
4. Perubahan dalam perusahaan
Sebagai seorang karyawan, kita tidak bisa sepenuhnya bisa memperkirakan kondisi perusahaan ke depan. Ada beberapa perubahan perusahaan yang memberi dampak buruk kepada karir kita. Perubahan tersebut seperti perubaha core business, pergantian pemilik, krisis ekonomi, bencana alam dan lain - lain.

Seperti misalnya ada sebuah perusahaan oil company yang merubah core business-nya ke agroindustri seperti perkebunan kelapa sawit. Karir kita bukan hanya terhambat, malahan tamat karena kompetensi yang kita miliki sudah tidak sesuai dengan core business perusahaan.

Untuk perusahaan yang sudah go public, akan ada kemungkinan terjadinya pindah kepemilikan dari satu pihak ke piha lain. Kalau sudah ganti pemilik bisa saja ganti core business, perampingan karyawan dan lain - lain.

Dermikianlah hal - hal yang bisa menghambat karir seorang karyawan dalam pekerjaan. Yuk, tentukan karir kita mau seperti apa. Periksa apakah ada hambatan internal maupun eksternal. Kalau sudah begini tinggal kesempatan itu datang. Setuju?

sumber gambar : flickr.com

Monday, April 28, 2014

Balada Karyawan #6 Saya Memang Manager, Tapi...

Saya Seorang Manager

Setiap ada yang bertanya, " Kamu sudah manager ya?"
Saya hampir selalu menjawab : "Belum. Baru staff." Padahal posisi sekarang saya sudah menjadi seorang manager.

Saya malas menjawab "YA" karena akan ada pertanyaan - pertanyaan yang menurut saya tidak perlu.
"Ya. Saya sudah jadi manager."
"Wah hebat dong. Kalau manager dah punya mobil, dong." Ini pertanyaan turunan pertama.
"Naik mobil apa?" Ini pertanyaan turunan kedua.

"Wah kalau manager, gajiny gede dong." Pertanyaannya turunan ketiga.
"Gajinya di atas 20 juta ya?" Pertanyaan turunan keempat. Dan akan diikuti oleh banyaknya pertanyaan - pertanyaan turunan berikutnya.

Bagi saya manager itu hanyalah sebutan saja. Tidak lebih. Saya memang telah menjadi manager, namun kondisi saya sekarang jauh sekali dari persepsi kebanyakan orang tentang manager.

Kondisi saya sekarang adalah dengan menjawab pertanyaan - pertanyaan di atas.
"Sudah punya mobil, dong?"
Jawab saya : "Belum. Saya masih setia dengan motor dan kendaraan umum."
"Naik mobil apa?"
Jawab saya : "Kan sudah saya bilang, eh saya naik angkot."

"Gajinya gede dong?"
Jawab saya : " Tergantung. Menurut saya sih ya begitu..."
"Gajinya di atas 20 juta ya?"
Jawab saya : "Tidak. Gaji saya masih kalah jauh dibandingkan fresh graduate oil company."

Kalau mereka mendengarkan jawaban - jawaban saya. Pasti akan bertanya :
"Yang benar?"
Jawab saya : "Iya. Buat apa saya bohong. Itu dosa."
"Menyedihkan ya?"
Jawab saya : "................................."

Wednesday, April 23, 2014

8 Tips Bagaimana Menjadi Karyawan Yang Sukses

Karyawan yang Sukses
Selama bekerja saya sering bertanya :
- Apakah saya termasuk karyawan yang sukses atau tidak?
- Apakah saya karyawan yang akan dipertahankan terus oleh perusahaan atau tidak?
- Apakah saya karyawan yang mendapatkan promosi atau kenaikan jabatan?
- Apakah saya karyawan yang mendapatkan kenaikan gaji? Atau sebaliknya? Mungkin kalau ini hanya Tuhan dan atasan yang tahu.

Berdasarkan pengalaman, apa yang dibaca dan informasi dari teman - teman sekerja, untuk menjadi karyawan yang sukses harus memiliki hal - hal di bawah ini :

1. Disiplin.
Datang tepat waktu. Mengenyelesaikan tugas sesuai dengan waktunya.

2. Setia kepada perusahaan.
Sepertinya membina sebuah hubungan, maka hubungan yang dibangun harus saling setia. Begitu juga di tempat kerja. Perusahaan menyukai karyawan yang setia yang menghabiskan hidupnya untuk berkarir di perusahaan tersebut. Sehingga perusahaan tidak merasa khawatir ditinggalkan oleh orang - orang terbaiknya.

3. Mempunyai banyak kemampuan.
Atasan atau perusahaan menyukai karyawan yang memiliki banyak kemampuan. Sehingga satu orang bisa menyelesaikan banyak pekerjaan. Buat perusahaan ini aset yang sangat berharga.

Oleh karena itu sebagai karyawan, kita jangan berhenti belajar. Pelajari hal - hal baru sehingga ketika kesempatan datang untuk promosi, kita bisa menjadi pilihan utama. Belajar itu tidak hanya waktu kita sekolah, ketika kita bekerja juga harus belajar. Bedanya waktu sekolah kita bayar, ketika bekerja kita dibayar :)

4. Bekerja maksimal.
Buatlah atasan kita menyukai kita. Caranya adalah ketika diberikan pekerjaan atau tugas, kerjakan sebaik - baiknya; semaksimal mungkin. Ibaratnya atasan minta A, kita memberikan A plus - plus.

5. Memberikan kontribusi positif ke perusahaan.
Setiap karyawan pasti memberikan kontribusi. Namun ada yang positif dan ada yang negatif. Yang positif adalah yang mampu meningkatkan kemajuan perusahaan : produktivitas meningkat, tingkat reject product yang rendah dan lain - lain.

6. Mampu bekerja dengan rekan - rekan yang lain.
Tidak semua orang bisa bekerja dengan pihak lain dari latar belakang yang berbeda. Kalau ini terjadi maka biasanya yang terjadi adalah penurunan kinerja perusahaan karena harus membereskan hal - hal yang diakibatkan oleh ketidakmampuan bekerja sama dengan rekan - rekan yang lain.

7. Menciptakan suasana yang kondusif.
Yang ini masih berkaitan dengan nomor 6. Suasana kondusif tercipta maka semua orang yang ada bisa nyaman bekerja dan menghasilkan kontribusi yang positif.

8. Tidak menjilat
Tidak semua atasan suka dijilat. Apalagi atasan yang baik. Maka jauhkanlah sejauh - jauhnya dari hal ini.

Kalau kedelapan tips ini bisa kita jalankan sungguh - sungguh, Insya Alloh kita bisa menjadi karyawan yang sukses. Sehingga mudah mendapat promosi dan menjadi boss juga. Dan kalau ada tips yang belum saya cantumkan silahkan ditambahkan.





Comments system

Disqus Shortname