Ada beberapa cara untuk membangun kembali dan memperbaiki hubungan dengan atasan tanpa harus menjilat kepada atasan. Di bawahan ini adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki hubungan dengan boss kita :
Blog soal atasan dan bawahan, balada karyawan, atasan yang baik/ bawahan yang baik, gaji, lowongan dan usaha sampingan
Showing posts with label menjadi karyawan yang disukai atasan. Show all posts
Showing posts with label menjadi karyawan yang disukai atasan. Show all posts
Monday, September 14, 2015
Perbaiki Hubungan Anda Dengan Boss Anda
Suka atau tidak, boss kita mempunyai peranan untuk masa depan kita, baik itu mendapatkan promosi maupun bonus. Jika terjadi benturan kepribadian, perbedaan pendapat dalam proyek atau ribut - ribut kecil di acara makan - makan yang perlu kita ingat : jika permusuhan tidak berakhir, bos kita adalah salah satu orang yang mudah untuk membalas dendam.
Ada beberapa cara untuk membangun kembali dan memperbaiki hubungan dengan atasan tanpa harus menjilat kepada atasan. Di bawahan ini adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki hubungan dengan boss kita :
Ada beberapa cara untuk membangun kembali dan memperbaiki hubungan dengan atasan tanpa harus menjilat kepada atasan. Di bawahan ini adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki hubungan dengan boss kita :
Saturday, August 8, 2015
20 Cara Untuk Mengesankan Atasan Kita
Setiap orang ingin melakukan yang terbaik di tempat kerja untuk memastikan mereka apakah grade kita naik atau tidak di perusahaan. Coba pikirkan hal ini – mengapa kita tidak "kemana - mana" di suatu tempat daripada di tempat lain?
Kita cenderung berpikir bahwa untuk maju, kita harus melakukan tugas yang luar biasa, memenuhi deadline gila-gilaan, dan bekerja terlalu keras. Meskipun pasti kita akan mendapatkan prediakat “pekerja keras” pada profil pribadi kita, tetapi ada banyak cara untuk berprestasi daripada bekerja terlalu rajin.
Tetapi hal paling penting dalam hidup profesional dan percintaan kita adalah hal-hal kecil. Jaga penampilan profesional kita, jaga agar panggilan telepon pribadi dalam waktu sesingkat mungkin dan menjadi pemain tim. Sekarang hal-hal semacam itu pasti akan membuat kita diperhatikan.
Tampil menarik
Bawa tas kantor
Datang dan pulang dari tempat kerja dengan membawa tas kantor setiap hari menimbulkan kesan bahwa kita bekerja keras, bahkan meskipun jauh dari meja kerja kita. kita mungkin hanya menggunakannya untuk membawa makan siang, tetapi masih tetap mengesankan.Duduk dengan tegak
Duduk dengan tegak dan berdiri dengan berwibawa adalah sinyal tubuh yang menunjukkan seorang yang percaya diri dan memimpin. kita tidak ingin orang lain melihat kita membungkuk di depan komputer kita, kecuali saat malam hari kita melakukan peregangan ringan untuk menyelesaikan laporan.Tepat waktu
Tidak ada seorangpun yang suka menunggu, jadi perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh orang lain juga. Seperti yang selalu saya katakan, “Jangan mengharapkan saya datang lebih cepat, tetapi saya tidak akan pernah terlambat.” Hanya tepat waktu.Tinggalkan urusan pribadi kita di rumah
Salah satu aspek penting dari setiap karyawan adalah kemampuannya untuk memisahkan urusan kerja dengan urusan pribadi, yang berarti bahwa dirinya didedikasikan sepenuhnya untuk bekerja begitu tiba di kantor. Artinya juga tidak ada obrolan panjang dengan kekasih selama jam kerja tentang film apa yang akan ditonton malam ini.Jangan khawatir, berbahagialah
Tersenyum mudah menular, dan itu akan menyulitkan bagi orang lain untuk membuat kita sedih – saat kita secara kebetulan melakukan sesuatu yang salah.Berpenampilan dan beraroma baik
Hal-hal sederhana seperti membawa permen penyegar napas atau sisir saku bisa menjadi penyelamat. Bagaimanapun banyak orang masih menilai orang lain dari penampilannya. Jadi simpan gaya pakaian santai kita untuk hari Jumat dan usahakan selalu tampil profesional.Jaga kebersihan area kerja kita
Memiliki meja kerja yang bersih dengan semua tumpukan surat pada tempatnya adalah cara yang tepat untuk menjadi teratur, dan cara yang baik untuk menunjukkan pada pimpinan kita bahwa kita adalah orang yang terorganisir.Berbicara dengan baik
Tahu apa yang kita katakan
Membaca surat kabar pagi, menangkap perkembangan terbaru dalam industri kita dan mengetahui apa yang terjadi di tempat kerja. kita toh ingin selalu terhubung dengan pekerjaan kita baik dalam hal besar maupun kecil. Selalu menangkap informasi akan menolong kita, jika kita memang berencana ingin pindah ke perusahaan yang lebih besar dan lebih baik.Ekspresikan dengan tangan
Jangan takut untuk mengekspresikan diri dengan tangan kita saat berbicara. Lakukan dengan alami. Plus, tidak ada orang yang suka dengan kekakuan.Selalu siap dengan lelucon
Meskipun kita tidak sampai dikenal sebagai badut kantor, tentunya kita ingin juga dapat membuat lelucon disaat yang tepat. Dan apa cara yang lebih baik untuk mengatur mood karyawan daripada membuat sebuah lelucon sesekali?Bagaimana dengan gosip kantor?
Jauhi gosip
Sebagaimana gosip itu menyenangkan, gosip kantor adalah senjata mematikan yang bisa mengakhiri karir kita dengan cepat.Hindarilah aib di kantor.Belajar untuk tutup mulut
Terkadang cara terbaik untuk terlihat cerdas adalah dengan menutup mulut. Meskipun ada baiknya untuk berpartisipasi dalam percakapan saat kita memiliki sesuatu untuk dikatakan, tetapi jika kita hanya memunculkan poin yang itu-itu saja, maka kita lebih baik tidak mengatakan apa-apa. kita bahkan mungkin terlihat seperti sedang benar-benar menganalisis apa yang orang lain katakan dengan duduk termenung. Dan tentu saja jangan pernah membentak orang lain.Jangan sombong
Tidak ada orang yang suka dengan tukang pamer, terutama dengan mengorbankan orang lain. Perhatikan apa yang kita katakan, dan jangan terlalu menonjolkan prestasi kita berlebihan.Lakukan yang baik, jadilah baik
Beri saya, beri saya, beri saya
Saya tidak merujuk pada uang dan bonus, tetapi pada beban kerja kita. Jika kita melakukan sebuah kebiasaan untuk selalu melakukan pekerjaan ekstra, atasan kita akan melihat hal itu, terutama ketika saat promosi jabatan tiba. Dan jangan khawatir, uang akan mengikuti.Jangan berkencan dengan rekan kerja
Tidak peduli betapa seksinya sekretaris baru atau asisten kita, jangan perhatikan hal tersebut. Ini akan menyelamatkan kita dari rasa pusing dan sakit hati berkepanjangan di bulan-bulan mendatang. Satu-satunya cara yang tepat (secara profesional dan hubungan asmara) adalah jika dia bekerja di departemen yang sama sekali berbeda dengan kita atau jika dia hanya magang sementara. Lebih dari itu, lupakan berkencan dengan rekan kerja.Selalu berada dalam kendali
Saya tidak mengatakan bahwa kita tidak seharusnya stres di menit terakhir saat meeting dengan direktur produksi, tetapi kita tidak seharusnya membiarkan orang lain melihat hal tersebut. Biarkan teman-teman dan khususnya bawahan kita percaya bahwa kita berhasil mengatasi segalanya, dan mereka akan menghormati kita untuk itu. Dan selanjutnya, giliran atasan kita akan terkesan.Perhatikan situs tempat kita menjelajah
Ingat bahwa tempat kerja harus menjadi salah satu tempat kepantasan, dimana kita menjauhkan diri dari mengunjungi situs yang patut dipertanyakan selama waktu luang kita. Lupakan situs porno dimana kita dapat melihat aktris favorit kita dalam keadaan telanjang.Jadilah orang yang menyenangkan bagi rekan kerja
Meskipun kita tidak harus berubah menjadi orang yang selalu mementingkan kepentingan orang lain, mengingat ulang tahun rekan kerja atau menanyakan info tentang sakit flu asisten kita selalu menjadi nilai plus.Jadilah pemimpin
Jangan takut mengambil peran seorang pemimpin jika memang diperlukan. Saat seorang pegawai senior pensiun, aturlah pesta perpisahan, atau saat seseorang sedang dipromosikan, siapkan acara perayaan dengan rekan-rekan kita. Mengambil inisiatif dan lain-lainnya akan membuat orang lain cepat menyukai kita.Hormati politik kantor dan aturannya
Ada serangkaian peraturan tak tertulis untuk dipatuhi di tempat kerja manapun. Hal-hal seperti menjaga mesin kopi tetap bersih, mengisi mesin fotokopi dengan kertas saat kertas telah habis dan lain-lain adalah contohnya. Politik kantor seperti permukaan yang licin, jangan main-main dengannya.Kerja yang bagus!
Sebagaimana hal-hal kecil akan membentuk gambaran besar, melalui daftar diatas tentunya akan membuat kita lebih terkendali di tempat kerja dan mengesankan atasan kita dalam segala hal. Jadilah pintar, terlihat profesional dan nantikan promosi untuk kita di masa mendatang. Sampai jumpa di tangga teratas perusahaan!sumber gambar : morguefile.com
Thursday, August 6, 2015
Membantu Atasan Menjadikan Kita Orang yang Sukses
Apa hal pertama yang kita pikirkan saat memulai pekerjaan baru? Mungkin prestasi yang terus naik dan membuat nama kita dikenal. Apa hal terbaik untuk dilakukan setelah menyelesaikan pekerjaan kita dengan benar? Bantu atasan kita, tentu saja.
Saya akan selalu mengingat respon yang diberikan teman saya saat interview pekerjaan. Ketika dia ditanya, “Dimana kita melihat diri kita dalam lima tahun?” Dia menjawab, “Duduk di kursi kita.”
Jelas sikap berani dan memandang jauh ke depan persis seperti yang diinginkan pemberi kerja dalam menambah tim karyawannya. Meskipun atasan tidak ingin terancam oleh kita dan kecerdasan kita, mereka tetap menginginkan seseorang untuk menjadi tim yang hebat.
Para profesional muda ini lapar pengetahuan dan mungkin lebih mudah beradaptasi dan belajar konsep serta prosedur baru. Dikatakan bahwa generasi muda memiliki nilai yang tersirat dan melekat pada diri mereka sendiri sambil menunggu keberhasilan dan prestasi mereka. Tetapi yang terbaik dari kalangan mereka pun ternyata masih membutuhkan bantuan untuk menjaga karir mereka tetap stabil.
Nilai tambah akan datang seiring dengan waktu. Seperti kata pepatah, “kita hanya sesukses apa yang orang lain katakan.” Mengingat hal tersebut, pimpinan kita adalah salah satu orang yang dapat menghargai dan menilai potensi kita sesungguhnya.
Tidak perlu dikatakan lagi bahwa kita tidak harus menghalangi aktivitas superior kita dengan mengambil tugas-tugas tambahan agar terlihat baik. Segala sesuatu yang kita lakukan harus dilakukan dengan serius dan juga sebagai tambahan untuk beban kerja saat ini.
Hal yang tidak kita inginkan adalah merasa diri tidak berguna setelah menghabiskan 8 jam – tanpa dibayar – untuk lembur yang hanya menghasilkan komentar “Itu bagus, Bob, tapi kami memiliki prioritas-prioritas.” Jika komentar tersebut tidak menurunkan motivasi kita, maka kita memang bermental baja.
Jangan salah paham bahwa pekerjaan seperti itu tidak dihargai, sebaliknya sadari bahwa tugas manajer adalah mengatur pekerjaan dan karyawan. kita sebaiknya melakukan cek sekilas pada pimpinan kita sebelum memulai apapun. Jangan katakan padanya apa yang ada dalam pikiran, tetapi jalankan pikiran kita melalui dia untuk melihat apa pendapatnya.
Memberitahukannya bahwa harus ada lebih banyak cara untuk memperoleh penghasilan tanpa meningkatkan biaya keseluruhan. Jika dia setuju dengan ide kita, itu karena ada sesuatu yang harus diselesaikan dengan hal tersebut. Sekarang kita mendapatkan lampu hijau untuk mulai bekerja pada proyek ini, jangan menekan dengan gagasan lebih lanjut tetapi mulailah bekerja.
Hal yang paling tidak kita inginkan adalah bahwa pimpinan setuju dengan ide kita, tetapi kemudian berbalik dan mempercayakan orang lain untuk tugas penting ini.
Haruskah kita bekerja keras untuk meyakinkan pimpinan kita, ataukah mengikuti arus saja?
kita harus meyakinkan pimpinan kita bahwa kita mampu membuat segalanya menjadi lebih mudah, terutama tanpa dia sadari dan akhirnya memberikan tanggung jawab tersebut pada kita.
Untuk memastikan kerja keras kita diperhatikan, sajikan gagasan-gagasan kita diatas kertas dan lengkapi dengan angka. Hasilkan lebih banyak uang untuk bos kita dan dia pada waktunya akan menghasilkan uang juga untuk kita. Sesederhana itu.
Lakukan hal-hal diluar kebiasaan
Menunggu hal-hal tersaji di depan kita tidak membuat kita menjadi proaktif. Melaksanakan tugas rutin harian hanya akan membuat kita menjadi seorang pekerja yang reaktif.
Selesaikan pekerjaan kita dengan baik
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, jangan lupa untuk melakukan tugas-tugas yang memang kita dibayar untuk itu. Jika kita seorang akuntan, maka pastikan neraca perusahaan sudah beres. Rekan-rekan akan belajar dari apa yang kita lakukan.
Memberi contoh yang tepat
Mendapatkan rasa hormat dari rekan-rekan kita dan pimpinan adalah cara yang tepat untuk membuat semua orang di tempat kerja merasa dilibatkan, karena hal yang paling tidak kita inginkan adalah seorang musuh.
Saya akan selalu mengingat respon yang diberikan teman saya saat interview pekerjaan. Ketika dia ditanya, “Dimana kita melihat diri kita dalam lima tahun?” Dia menjawab, “Duduk di kursi kita.”
Jelas sikap berani dan memandang jauh ke depan persis seperti yang diinginkan pemberi kerja dalam menambah tim karyawannya. Meskipun atasan tidak ingin terancam oleh kita dan kecerdasan kita, mereka tetap menginginkan seseorang untuk menjadi tim yang hebat.
Seberapa berhargakah kita?
Menjadi pimpinan saat ini jauh lebih menuntut daripada dahulu, karena saat ini banyak pengusaha muda masuk dalam bursa kerja dengan semangat “tidak ada yang perlu dikuatirkan dan semuanya untuk didapatkan.”Para profesional muda ini lapar pengetahuan dan mungkin lebih mudah beradaptasi dan belajar konsep serta prosedur baru. Dikatakan bahwa generasi muda memiliki nilai yang tersirat dan melekat pada diri mereka sendiri sambil menunggu keberhasilan dan prestasi mereka. Tetapi yang terbaik dari kalangan mereka pun ternyata masih membutuhkan bantuan untuk menjaga karir mereka tetap stabil.
Nilai tambah akan datang seiring dengan waktu. Seperti kata pepatah, “kita hanya sesukses apa yang orang lain katakan.” Mengingat hal tersebut, pimpinan kita adalah salah satu orang yang dapat menghargai dan menilai potensi kita sesungguhnya.
Mengatur level atas
Konsep pengaturan level atas bukanlah tidak efektif karena menimbulkan perhatian dari orang-orang diatas kita. Pemikiran untuk mengelola level atas harus dilakukan dengan menyelesaikan lebih banyak tugas dan secara langsung membantu atasan kita dalam beberapa pekerjaan yang membutuhkan bantuan.Tidak perlu dikatakan lagi bahwa kita tidak harus menghalangi aktivitas superior kita dengan mengambil tugas-tugas tambahan agar terlihat baik. Segala sesuatu yang kita lakukan harus dilakukan dengan serius dan juga sebagai tambahan untuk beban kerja saat ini.
Jangan buang waktu kita
Jangan berpikir bahwa bekerja hingga larut pagi untuk jaringan distribusi kita akan membuat kita dianugerahi medali kehormatan. Pastikan kegiatan “ekstra-profesional” kita memang layak bagi waktu kita.Hal yang tidak kita inginkan adalah merasa diri tidak berguna setelah menghabiskan 8 jam – tanpa dibayar – untuk lembur yang hanya menghasilkan komentar “Itu bagus, Bob, tapi kami memiliki prioritas-prioritas.” Jika komentar tersebut tidak menurunkan motivasi kita, maka kita memang bermental baja.
Jangan salah paham bahwa pekerjaan seperti itu tidak dihargai, sebaliknya sadari bahwa tugas manajer adalah mengatur pekerjaan dan karyawan. kita sebaiknya melakukan cek sekilas pada pimpinan kita sebelum memulai apapun. Jangan katakan padanya apa yang ada dalam pikiran, tetapi jalankan pikiran kita melalui dia untuk melihat apa pendapatnya.
Memberitahukannya bahwa harus ada lebih banyak cara untuk memperoleh penghasilan tanpa meningkatkan biaya keseluruhan. Jika dia setuju dengan ide kita, itu karena ada sesuatu yang harus diselesaikan dengan hal tersebut. Sekarang kita mendapatkan lampu hijau untuk mulai bekerja pada proyek ini, jangan menekan dengan gagasan lebih lanjut tetapi mulailah bekerja.
Hal yang paling tidak kita inginkan adalah bahwa pimpinan setuju dengan ide kita, tetapi kemudian berbalik dan mempercayakan orang lain untuk tugas penting ini.
Haruskah kita bekerja keras untuk meyakinkan pimpinan kita, ataukah mengikuti arus saja?
Bekerja dengan baik akan membawa kita naik lebih jauh
Ingat bahwa pimpinan kita secara tidak langsung adalah salah satu orang yang memutuskan keberhasilan profesional kita, setidaknya untuk jangka pendek. Hal ini penting bagi kita untuk menarik perhatiannya secara pribadi dan profesional tanpa terlihat mencolok. Dengan kata lain, jangan hanya mengikuti arus.kita harus meyakinkan pimpinan kita bahwa kita mampu membuat segalanya menjadi lebih mudah, terutama tanpa dia sadari dan akhirnya memberikan tanggung jawab tersebut pada kita.
Untuk memastikan kerja keras kita diperhatikan, sajikan gagasan-gagasan kita diatas kertas dan lengkapi dengan angka. Hasilkan lebih banyak uang untuk bos kita dan dia pada waktunya akan menghasilkan uang juga untuk kita. Sesederhana itu.
Mengenal pimpinan kita
Hubungan atasan dan bawahan adalah seperti hubungan yang romantis : karyawan harus belajar kekuatan dan kelemahan atasan. Misalnya, jika atasan tidak menyukai laporan keuangan untuk perusahaan afiliasi, maka kita dapat menawarkan diri untuk memeriksanya kembali dan memastikan tidak ada perbedaan besar dalam laporan keuangan tersebut. Karena tugas ini adalah salah satu tugas yang semi penting, maka pimpinan tidak bisa dengan bebas meminta kita melakukannya, tetapi jika kita memilih menjalankannya, kemudian apa masalahnya?Apa yang membuat bos kita setuju?
Setelah kita mengetahui masalahnya, maka jangan pernah berseberangan dengannya, apapun itu. Cobalah untuk bekerja dengan dia, bukan melawannya.Lakukan hal-hal diluar kebiasaan
Menunggu hal-hal tersaji di depan kita tidak membuat kita menjadi proaktif. Melaksanakan tugas rutin harian hanya akan membuat kita menjadi seorang pekerja yang reaktif.
Selesaikan pekerjaan kita dengan baik
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, jangan lupa untuk melakukan tugas-tugas yang memang kita dibayar untuk itu. Jika kita seorang akuntan, maka pastikan neraca perusahaan sudah beres. Rekan-rekan akan belajar dari apa yang kita lakukan.
Memberi contoh yang tepat
Mendapatkan rasa hormat dari rekan-rekan kita dan pimpinan adalah cara yang tepat untuk membuat semua orang di tempat kerja merasa dilibatkan, karena hal yang paling tidak kita inginkan adalah seorang musuh.
Apa selanjutnya?
Dengan petunjuk sederhana ini, sekarang kita telah memiliki gagasan yang lebih baik tentang bagaimana membuat pimpinan menyukai kita. Tanpa keluar dari pekerjaan, buatlah nama baik untuk diri kita sendiri dan bangun reputasi kita.Friday, November 28, 2014
5 Kebiasan Karyawan Yang Dijamin Dibenci Atasan
Dear netter,
pada kesempatan kali ini saya posting tulisan yang berbeda dari biasanya. Kali ini saya posting 5 kebiasaan karyawan yang dijamin dibenci atasan.
Sekali - kali boleh dong seorang atasan mengeluarkan uneg-uneg-nya, jangan hanya seorang bawahan yang ingin didengar saja. Selama masih bekerja dengan orang lain, atasan juga karyawan; atasan juga bawahan karena dia punya atasan juga.
sudah banyak curahan hati karyawan tentang atasan diposting di sini :
- Atasan yang dibenci bawahan
- Atasan yang mudah berubah - ubah
- Atasan tidak pernah salah
Mulai dengan uneg - uneg seorang atasan:
1. Pilih - pilih pekerjaan
Kalau mengerjakan sesuatu inginnya yang mudah - mudah saja. Kalau susah sedikit selalu punya alasan untuk menghindarinya. Saya belum faham, teman saya lebih jago, ini - itu. Bahkan ada yang berani bicara : "kenapa bukan Bapak saja yang mengerjakan?"
Kalau tidak sabar - sabar sedikit, sudah ingin ditampar bolak - balik.
2. Perhitungan
Karyawan model ini bekerja selalu sesuai dengan waktu yang disediakan perusahaan. Masuk jam 7 pagi, ya masuk jam 7. Pulang jam 4, ya pulang jam 4. Tidak mau rugi sedikit pun untuk melakukan pekerjaan di luar jam kerja.
Kalau diminta, ada yang jawab : sekarang kan sudah jamnya pulang. Padahal jam baru menunjukkan angka 16.05. Apa ruginya sih, hanya kelebihan 5 menit dari jam kerja. Lagi pula dia tidak sedang dalam terburu - buru.
3. Bekerja asal - asalan
Kalau diberi tugas, hasilnya selalu tidak memuaskan. Kurang ini - lah, kurang itu - lah. Tidak pernah hasil pekerjaanya bebas koreksi. Ada saja yang harus diperbaiki. Akhirnya malah jadi menambah - nambah pekerjaan atasannya untuk memperbaiki hasil pekerjaannya. Fikir - fikir, dari pada hasilnya asal - asalan lebih baik dikerjakan sendiri.
4. Banyak ngobrol
Kalau mau ngobrol silahkan saja, asalkan jangan di jam kerja. Kalau jam istirahat terserah, mau ngobrol sampai mulut berbusa - busa, silahkan. Mau cerita yang sama diulang 100 kali, silahkan, asalkan bukan di jam kerja. Nah ini sudah jam kerja masih tetap saja ngobrol.
Kalau sudah masuk jam kerja, ya bekerja. Jangan ngobrol. Kerja itu pakai tangan bukan pakai mulut!
5. Jam karet
Ada juga yang suka telat. Masuk jam 7 pagi, datang jam 7 lewat 5 menit. Lewat 10 menit. Setiap ditanya alasannya macet, kesiangan, mengantar anak sekolah dulu, ada tetangga yang meninggal, ini - itu. Kayaknya ada - ada saja alasannya.
Yang membuat heran adalah, datangnya telat, tapi kalau pulang tepat waktu. Ini aneh kan. Atau dia mau menerapkan prinsip jangan pernah mengulang kesalahan kedua kali. Kalau datangnya telat, diusahakan pulangnya jangan telat.
Kalau sudah ketemu bawahan seperti ini bawaannya emosi terus. Jadi jangan hanya atasan diminta untuk baik sama bawahan. Bawahan juga. Setuju, tidak?
sumber foto : https://www.flickr.com/photos/87553285@N00/
Wednesday, April 23, 2014
8 Tips Bagaimana Menjadi Karyawan Yang Sukses
![]() |
| Karyawan yang Sukses |
- Apakah saya termasuk karyawan yang sukses atau tidak?
- Apakah saya karyawan yang akan dipertahankan terus oleh perusahaan atau tidak?
- Apakah saya karyawan yang mendapatkan promosi atau kenaikan jabatan?
- Apakah saya karyawan yang mendapatkan kenaikan gaji? Atau sebaliknya? Mungkin kalau ini hanya Tuhan dan atasan yang tahu.
Berdasarkan pengalaman, apa yang dibaca dan informasi dari teman - teman sekerja, untuk menjadi karyawan yang sukses harus memiliki hal - hal di bawah ini :
3. Mempunyai banyak kemampuan.
1. Disiplin.
Datang tepat waktu. Mengenyelesaikan tugas sesuai dengan waktunya.
2. Setia kepada perusahaan.
Sepertinya membina sebuah hubungan, maka hubungan yang dibangun harus saling setia. Begitu juga di tempat kerja. Perusahaan menyukai karyawan yang setia yang menghabiskan hidupnya untuk berkarir di perusahaan tersebut. Sehingga perusahaan tidak merasa khawatir ditinggalkan oleh orang - orang terbaiknya.
Sepertinya membina sebuah hubungan, maka hubungan yang dibangun harus saling setia. Begitu juga di tempat kerja. Perusahaan menyukai karyawan yang setia yang menghabiskan hidupnya untuk berkarir di perusahaan tersebut. Sehingga perusahaan tidak merasa khawatir ditinggalkan oleh orang - orang terbaiknya.
3. Mempunyai banyak kemampuan.
Atasan atau perusahaan menyukai karyawan yang memiliki banyak kemampuan. Sehingga satu orang bisa menyelesaikan banyak pekerjaan. Buat perusahaan ini aset yang sangat berharga.
Oleh karena itu sebagai karyawan, kita jangan berhenti belajar. Pelajari hal - hal baru sehingga ketika kesempatan datang untuk promosi, kita bisa menjadi pilihan utama. Belajar itu tidak hanya waktu kita sekolah, ketika kita bekerja juga harus belajar. Bedanya waktu sekolah kita bayar, ketika bekerja kita dibayar :)
Oleh karena itu sebagai karyawan, kita jangan berhenti belajar. Pelajari hal - hal baru sehingga ketika kesempatan datang untuk promosi, kita bisa menjadi pilihan utama. Belajar itu tidak hanya waktu kita sekolah, ketika kita bekerja juga harus belajar. Bedanya waktu sekolah kita bayar, ketika bekerja kita dibayar :)
4. Bekerja maksimal.
Buatlah atasan kita menyukai kita. Caranya adalah ketika diberikan pekerjaan atau tugas, kerjakan sebaik - baiknya; semaksimal mungkin. Ibaratnya atasan minta A, kita memberikan A plus - plus.
5. Memberikan kontribusi positif ke perusahaan.
Setiap karyawan pasti memberikan kontribusi. Namun ada yang positif dan ada yang negatif. Yang positif adalah yang mampu meningkatkan kemajuan perusahaan : produktivitas meningkat, tingkat reject product yang rendah dan lain - lain.
6. Mampu bekerja dengan rekan - rekan yang lain.
Tidak semua orang bisa bekerja dengan pihak lain dari latar belakang yang berbeda. Kalau ini terjadi maka biasanya yang terjadi adalah penurunan kinerja perusahaan karena harus membereskan hal - hal yang diakibatkan oleh ketidakmampuan bekerja sama dengan rekan - rekan yang lain.
Tidak semua orang bisa bekerja dengan pihak lain dari latar belakang yang berbeda. Kalau ini terjadi maka biasanya yang terjadi adalah penurunan kinerja perusahaan karena harus membereskan hal - hal yang diakibatkan oleh ketidakmampuan bekerja sama dengan rekan - rekan yang lain.
7. Menciptakan suasana yang kondusif.
Yang ini masih berkaitan dengan nomor 6. Suasana kondusif tercipta maka semua orang yang ada bisa nyaman bekerja dan menghasilkan kontribusi yang positif.
Yang ini masih berkaitan dengan nomor 6. Suasana kondusif tercipta maka semua orang yang ada bisa nyaman bekerja dan menghasilkan kontribusi yang positif.
8. Tidak menjilat
Tidak semua atasan suka dijilat. Apalagi atasan yang baik. Maka jauhkanlah sejauh - jauhnya dari hal ini.
Kalau kedelapan tips ini bisa kita jalankan sungguh - sungguh, Insya Alloh kita bisa menjadi karyawan yang sukses. Sehingga mudah mendapat promosi dan menjadi boss juga. Dan kalau ada tips yang belum saya cantumkan silahkan ditambahkan.
Tidak semua atasan suka dijilat. Apalagi atasan yang baik. Maka jauhkanlah sejauh - jauhnya dari hal ini.
Kalau kedelapan tips ini bisa kita jalankan sungguh - sungguh, Insya Alloh kita bisa menjadi karyawan yang sukses. Sehingga mudah mendapat promosi dan menjadi boss juga. Dan kalau ada tips yang belum saya cantumkan silahkan ditambahkan.
Subscribe to:
Posts (Atom)


