Showing posts with label motivasi kerja. Show all posts
Showing posts with label motivasi kerja. Show all posts

Sunday, August 9, 2015

I Love Monday! Mengatasi Sindrom Hari Senin di Tempat Kerja

I Love Monday

Jika setiap karyawan ditanya hari apa yang tidak difavoritkan dalam satu minggu, mereka akan memilih hari Senin. Tapi apa yang membuat hari ini menjadi tidak menarik? Bukankah justru ini mewakili pekan kerja yang menantang?

Kita melihat tumpukan file dalam inbox email kita dan reaksi pertama kita adalah ingin berlari dan berteriak sekencang-kencangnya. Walaupun mungkin terdengar seperti solusi yang sempurna untuk itu, mungkin juga tidak. Berikut adalah beberapa petunjuk untuk menjadikan hari senin menjadi menyenangkan.

Senin gila-gilaan

Jadi apa yang dapat kita lakukan untuk menghindari senin pagi menyedihkan ini? Memperhatikan dengan seksama tips berikut sebagai sebuah permulaannya.

Jangan kewalahan

Ketika emosi negatif bertemu dengan urusan bisnis, maka tidak ada hal yang positif keluar dari sana. Bukan hanya mempengaruhi penilaian kita akan sesuatu, juga akan menodai motivasi dan menghambat produktivitas.

Tahu apa yang diharapkan

Jika kita tiba di meja kerja kita setiap minggu dan berharap untuk mulai dengan catatan yang bersih, maka kita siap untuk kejutan yang buruk. Tidak hanya menipu diri sendiri, tetapi juga menyiapkan kekecewaan. Selalu persiapkan diri agar memiliki hal-hal terakhir untuk dilakukan.

Mengatasi masalah darurat…kemarin

Jika pemimpin bank menjawab sebuah permintaan mengenai kemungkinan perpanjangan kredit bagi perusahaan kita, telepon dia kembali sesegera mungkin. Jangan menunda apa yang bisa berpotensi untuk membantu pertumbuhan perusahaan anda dan pengembangannya. Uruslah tugas penting sekarang – hal-hal sepele bisa menunggu.

Prioritaskan tugas-tugas anda

Setiap tugas memiliki tingkat kepentingan masing-masing. Gunakan ini sebagai patokan untuk to-do-list kita. Jika tugas yang dimaksud dapat berpengaruh serius pada perusahaan, jangan menundanya. Dengan kata lain, tanggapi kebutuhan klien terlebih dahulu sebelum mengambil waktu untuk membersihkan microwave kantor misalnya. Menangkap maksudnya? Prioritaskan.

Siapkan sebuah to-do-list

Mencatat tugas-tugas kita saat ini akan meringankan pikiran karena kita akan mampu bergerak maju dengan langkah mantap. Siapkan checklist standar pada setiap hari atau mingguan dan memperbaharuinya dengan tugas-tugas baru yang datang.

Selesaikan semuanya pada hari Jumat

Jika setiap Senin pagi biasanya sesibuk pintu tiket di pertandingan sepak bola, maka selesaikan segala sesuatu pada hari Jumat. Jangan takut untuk menghitung angka-angka tepat sebelum akhir pekan – jernihkan pikiran dari tugas-tugas yang belum selesai dan nikmati libur sampai kita kembali.

Rencanakan beberapa waktu 911. Tidak tahu apa yang saya maksud?


Rencanakan beberapa waktu darurat

Sebagaimana proyek-proyek baru selalu menghadapi liku-likunya, berharap dapat menunda pekerjaan kita saat ini untuk memberikan sentuhan akhir pada masalah yang lebih mendesak. Waktu luang ini diperkirakan sekitar 10 – 15% dari minggu kerja kita.

Mengatasi masalah ketika itu datang

Berurusan dengan masalah sehari-hari bukanlah sesuatu dimana kita bisa duduk tenang dan berencana. Kita harus mengatasi masalah yang datang mendadak ketika mereka datang secara bersamaan.

Pergi untuk berjalan-jalan di siang hari

Bekerja terus-terusan sepanjang hari bukanlah cara terbaik untuk melewati hari Senin kita. Melakukan yang sama hanya akan menurunkan efisiensi dan mental anda. Cobalah berjalan-jalan di taman, makan siang di sana dan menikmati pemandanganya.

Tahu batasan anda

Bahkan karyawan pun memiliki keterbatasan ketika datang bekerja. Jika kita benar-benar merasa terlalu banyak pekerjaan, beritahu atasan kita tentang hal ini. Atasan akan simpatik jika kita dapat menjelaskan bahwa kita mendapatkan beban kerja yang melebihi kapasitas. Ingat, mereka pernah berada pada posisi kita dan pernah merasa apatis.

Kembali bekerja

Mengambil waktu dengan menyelesaikan banyak hal di hari Senin, akan membawa hanya beberapa hal untuk sisa minggu kita. Banyak kali kita membuang begitu banyak waktu untuk merenungkan apa yang harus dilakukan daripada benar-benar bekerja. Lihatlah gambaran yang lebih besar dan lanjutkan dengan banyak hal. Jawab email, pindahkan panggilan ke kotak suara dan sibukkan diri kita dengan pekerjaan-pekerjaan. Hari Senin menjadi lebih menyenangkan. I love Monday!

sumber gambar : AJ Batac

Thursday, May 7, 2015

5 Tips menjaga motivas kerja karyawan dalam kondisi sulit

motivasi kerja karyawan

Ketika kondisi ekonomi dunia sedang mengalami kemunduran, banyak para atasan mengalami kesulitan untuk terus memberikan motivasi kerja karyawan - terutama untuk kondisi dimana diberlakukan pemotongan banyak fasilitas karyawan agar perusahaan tetap bisa bertahan. Sebagai atasan, apa yang dapat kita lakukan  untuk menjaga motivasi karyawan, apalagi dalam kondisi sulit sekarang ini? Cobalah untuk 5 tips motivasi kerja karyawan di bawah ini :

Tips 1

Bertindak sebagai model/ panutan serta membantu menginspiras karyawan untuk mengenali apa yang mereka sukai di tempat kerja; kemudian sediakan beberapa proyek di mana mereka memiliki passion dan interest - karyawan bahagia adalah karyawan termotivasi!

Tips 2

Definisikan secara jelas visi misi dan strategi perusahaan serta tujuan dan sasaran dari setiap karyawan (termasuk melibatkan karyawan dalam menyusunnya). Pastikan semua orang di tim kita memahami peran kunci mereka  dalam memberikan kontribusi bagi keberhasilan departemen. Pastikan setiap karyawan adalah sejalan dengan strategi secara keseluruhan sehingga kelompok Anda dapat bekerja sebagai sebuah tim dan saling membantu. Energi tim positif akan membantu memotivasi orang.

Tips 3

Berdayakan karyawan kita untuk memperoleh kesuksesan dengan mendelegasikan pekerjaan - pekerjaan yang lebih menantang dan bermakna. Karena tantangan ini mereka akan terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Pada umumnya, setiap orang ingin sukses dan ingin serta berkembang. Oleh karena itu berikanlah mereka kesempatannya.

Tips 4

Luangkan waktu untuk berdiskusi dengan setiap karyawan mengenai rencana pengembangan diri mereka sendiri. Kemudian sediakan pelatihan dan bimbingan yang memadai untuk mereka. Selain itu bantu mereka untuk meningkatkan ketrampilan, kesadaran (sense) akan kompetensi dan prestasi.

Tips 5

Memantau kemajuan karyawan kita dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran mereka. Berikanlah imbalan (rewardI untuk memperkuat perilaku positif, meningkatakn kesadaran (sense) untuk terus maju dan tetap termotivasi. Untuk hal ini bisa dilakukan dengan hal - hal sederhana seperti memberikan pengakuan di hadapan para karyawan lainnya dan imbalan (reward) yang tidak harus mahal namun sangat berarti bagi mereka.

Memberikan motivasi karyawan untuk belajar, berkembang, mencoba tugas baru yang lebih menantang, serta bekerja sama sebagai sebuah tim sangatlah memuaskan. Melihat raut wajah mereka yang senang ketika berhasil melakukan sesuatu yang tidak pernah terfikir sebelumnya itu pun, mungkin kebahagian tersendiri bagi kita.

Demikian 5 tips motivasi kerja karyawan dalam kondisi sulit. Kalau ada tips lain yang belum termasuk, silahkan berbagi di kolom komentar.

sumber gambar : https://www.flickr.com/photos/europedistrict/

Wednesday, August 6, 2014

Tips Tetap Semangat Kerja Setelah Libur Lebaran

Tetap semangat kerja setelah libur lebaran

Buat para karyawan dan pekerja muslim, kami ucapkan taqabbalallahu minna wa minkum, selamat merayakan idul fitri. Selamat berkumpul dengan sanak saudara dan merayakan liburan panjang.

Biasanya setelah liburan panjang akan muncul masalah klasik : turunnya semangat kerja setelah lebaran. Biasanya fikiran dan tenaga tidak langsung "ON" dan kerja pun malas - malasan. Akhirnya di hari pertama bekerja tidak banyak yang dilakukan. Bahkan di beberapa tempat ada yang menambah liburan dengan mangkir dari pekerjaan.

Berdasarkan pengalaman pribadi kami yang menyebabkan menurunnya semangat kerja setelah libur lebaran atau libur panjang disebabkan oleh :

1. Badan yang masih lelah.
Memang di satu sisi liburan salah satu menghilangkan kejenuhan dan kepenatan dan bekerja. Namun di satu sisi menguras tenaga apalagi liburan panjang. Karena masih lelah, badan pun bersemangat dalam bekerja.

2. Mental yang belum siap
Selama liburan bisa jadi kita melupakan semua rutinitas dan target - target pekerjaan. Dan memang seharusnya begitu agar ketika kembali bekerja fikiran terasa segar. Namun kalau terlalu lama, maka otak ini akan disetting untuk liburan terus menerus. Ketika hari pertama bekerja, otak yang masih berada di tempat liburan belum siap harus menghadapi pekerjaan.

Terus bagaimana tips agar tetap semangat bekerja setelah lebaran? 

Tips agar tetap semangat kerja setelah liburan adalah dengan menyiapkan badan dan mental sebelum bekerja. Caranya adalah dengan :

1. Sediakan satu hari untuk istirahat sebelum masuk kerja
Kalau melakukan liburan panjang atau mudik ke kampung halaman, usahakan satu hari sebelum masuk kerja sudah sampai di rumah. Gunakan waktu tersebut untuk benar - benar istirahat, memulihkan tenaga sehingga badan terasa segar.

2. Melakukan persiapan untuk bekerja
Selain istirahat, lakukan persiapan untuk keesokan harinya. Tidak harus langsung mengerjakan tugas - tugas atau pekerjaan yang berat. Lakukan dengan yang ringan - ringan. Lakukan review pekerjaan - pekerjaan sebelumnya dan buat rencana kerja untuk keesokan harinya. Hal ini dilakukan agar otak kita sudah dikondisikan untuk siap bekerja keesokan harinya.

Kalau dua hal di atas dilakukan maka mudah - mudahan kita bisa tetap semangat kerja setelah libur lebaran. Badan dan fikiran sudah siap untuk kembali beraktivitas setelah libur lebaran. 

Selamat mencoba dan apa pendapat rekan - rekan sekalian?

sumber foto : https://www.flickr.com/photos/ikhlasulamal/

Thursday, April 17, 2014

Balada Karyaan #4 Saya Ditegur Atasan Karena Tidak Loyal Ke Perusahaan

Sebagai karyawan, sejujurnya ingin sekali bekerja tidak pindah - pindah tempat. Selain malas untuk adaptasi dengan rekan kerja baru, atasan dan lingkungan yang baru. Apalagi belum tentu mudah mendapatkan pekerjaan itu sendiri.

Namun, karena faktor kebutuhan hidup yang semakin tinggi, anak dan istri yang perlu dinafkahi, maka kesetiaan itu pun ada batasnya. Mulailah hati ini untuk melihat - lihat lowongan pekerjaan baru di tempat lain.

Di satu sisi, atasan tidak ingin kehilangan karyawan terbaiknya. Bukan mau menyombongkan diri, biar jelek - jelek begini saya termasuk karyawan baik di mata atasan saya.

Suatu hari saya diajak bicara oleh atasan saya.
Atasan : Kamu mau lama bekerja di sini kan?
Saya    : Kalau ada yang lebih baik, saya mau pindah. (dengan santainya saya menjawab seperti itu)
Atasan : Wah, enggak bisa tuh. (ternyata atasan saya jadi emosi).
Saya    : Ya bisa saja Pak.
Atasan : Terus pekerjaan Kamu, bagaimana?
Saya    : Saya akan minta satu bulan dari perusahaan baru untuk menyelesaikan pekerjaan di sini.
Atasan : Wah, wah enggak bisa tuh (semakin naik. Untung tidak dipecat)
Saya    : ????

Heran, atasan saya kan bukan Tuhan. Dia kan tidak bisa menjamin 100% bahwa ada pekerjaan untuk saya di sini. Seharusnya dia berfikir kenapa saya berani menjawab seperti itu. Bukannya emosi. Setuju tidak?

Tuesday, February 18, 2014

9 Alasan Karyawan Bertahan di Pekerjaan


Kalau kita lihat situs lowongan kerja, banyak sekali ditawarkan lowongan pekerjaan untuk berbagai posisi. Karena adanya hal ini maka tidak jarang banyak karyawan berhenti dari pekerjaannya dan pindah ke tempat kerja yang baru.
Namun ada juga karyawan tetap bertahan di tempat kerjanya sekarang ini. Karyawan ini tidak peduli dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan oleh situs lowongan pekerjaan atau media lainnya.
Ada beberapa alasan karyawan bertahan di tempat bekerja sekarang,  antara lain  (disusun tidak berdasarkan urutan) :
1. Perusahaan atau tempat kerja yang mendukung karir dari karyawan.
Bagi seorang karyawan buat apa dia berhenti dan mencari pekerjaan lain kalau tempat kerjanya sekarang menjanjikan karir yang cukup cerah. Apalagi perusahaan atau tempat kerja memberikan sarana untuk ke sana dengan cara memberikan pelatihan atau kesempatan belajar untuk pengembangan diri.
Rasanya seperti bunuh diri kalau meninggalkan pekerjaan dan tempat kerja seperti ini. Seperti menyia - nyiakan masa depan yang lebih cerah.
2. Karywan bekerja sesuai dengan kemampuan
Katanya sungguh beruntung kalau seseorang bekerja dengan passion minat dan kemampuannya. Kalau perusahaan mampu menyediakan pekerjaan yang sesuai kemampuan karyawan, maka kinerja karyawan akan meningkat. Para karyawan bekerja dengan kesungguhan sehingga menghasilkan hasil yang baik.
3. Gaji yang menarik
Bohong kalau kita bekerja tidak mencari gaji atau penghasilan. Semua orang membutuhkannya. Perusahaan yang menawarkan gaji dan kenaikan gaji yang sesuai mampu membuat para karyawan tetap bertahan di tempat kerjanya sekarang.
4. Tunjangan dan fasilitas dari perusahaan
Selain gaji, ada hal lain yang mampu membuat para karyawan betah tempat kerjanya sekarang. Yaitu fasilitas dari perusahaan. Fasilitas ini bisa berupa tunjangan kesehatan, pendidikan anak, kepemilikan kendaraan, kepemilikan rumah bahkan tabungan pensiun. 
5. Lingkungan kerja yang mendukung
Di postingan saya sebelumnya mengenai gaji karyawan yang tinggi, dijelaskan bahwa gaji yang tinggi bukan segala - galanya. Lingkungan kerja yang mendukung bisa juga mendukung seorang karyawan bertahan. 
Lingkungan kerja yang mendukung bisa atasan yang baik, teman kerja yang mendukung sehingga karyawan bisa melakukan pekerjaannya dengan baik. Sehingga kinerjanya juga naik.
Selain itu juga komunikasi karyawan dengan atasan harus terjalin dengan baik sehingga semuanya bisa saling bekerja sama dan mencapai kesuksesan bersama.
6. Budaya perusahaan yang sesuai
Setiap perusahaan mempunyai nilai dan budaya sendiri - sendiri. Dimana kadang - kadang ada yang cocok dan tidak dengan karyawannya. Ibaratnya mendapatkan pekerjaan seperti mendapatkan pasangan hidup. Harus cocok - cocokan.
Tentu sangat tersiksa kalau kita bekerja tidak dalam budaya dan nilai - nilai yang kita anut. Apalagi perusahaan tempat kita bekerja melakukan praktek - praktek yang bertentangan dengan hukum dan etika. Ketenangan hati pun menjadi salah satu pilihan seorang karyawan bertahan di tempat kerjanya.
7. Waktu kerja yang fleksibel
Alasan ini bisa menjadi alasan bagi seorang karyawan. Dengan waktu kerja yang fleksibel maka kita bisa membagi waktu untuk membina hubungan keluarga, kerabat atau membuat usaha sampingan di rumah.
8. Tempat kerja atau lokasi kerja yang mudah dijangkau
Tentu hal ini bisa juga menjadi pertimbangan seorang karyawan untuk bertahan. Tempat kerja yang dekat atau mudah dijangkau dari tempat tinggal sehingga kita mempunyai waktu yang berkualitas dalam hidup karena tidak terjebak dalam kemacetan atau harus berlama - lama di perjalanan. Orang bilang adalah "tua di jalan".
9. Pekerjaan yang tidak terlalu banyak
Boleh setuju atau tidak, bisa jadi ini juga yang membuat karyawan bertahan. Pekerjaan yang terlalu banyak memaksa karyawan harus lembur sampai larut malam atau di akhir pekan guna menyelesaikan pekerjaannya yang banyak sekali. Kalau ini terjadi maka kehidupan kita tidak berkualitas.
Inilah 9 alasan karyawan untuk bertahan di tempat kerjanya. Bisa jadi ada beberapa yang sesuai dengan Anda. Atau bisa jadi ada yang belum dimasukkan ke dalam daftar ini. Berapa pun alasan yang kita punya, mudah - mudahan kita bisa sukses dalam bekerja sehingga menghasilkan kinerja yang baik.

Referensi : Julius Runtu

Comments system

Disqus Shortname