Showing posts with label penyebab karyawan dipecat. Show all posts
Showing posts with label penyebab karyawan dipecat. Show all posts

Tuesday, September 1, 2015

Apa Yang Anda Lakukan Ketika Kehilangan Pekerjaan?

cara menghadapi pemecatan PHK

Hal ini kemungkinan telah terjadi diantara kita dan sesuatu yang paling tidak kita duga sebelumnya. kita mungkin datang dan siap bekerja kemudian supervisor memanggil kita ke ruangan untuk rapat singkat. Beliau duduk dan mulai menjelaskan tentang bagaimana perusahaan telah melalui masa-masa sulit. Sejauh ini tujuan pembicaraan jelas, tetapi kita belum memiliki gambaran tentang  apa yang dia maksudkan.

Selanjutnya kita tahu, dia mulai berbicara mengenai pengurangan karyawan, terutama di departemen kita. Kemudian – berita yang mengejutkan – dia dengan ramah menyodorkan slip gaji padahal baru kemarin kita gajian. Hal ini  menyebabkan setiap karyawan tiba-tiba merasa mulas dan berkunang-kunang.

Penyebab : Mengapa hal itu bisa terjadi?

Pikiran pertama yang timbul pada kita adalah kita tidak memenuhi harapan dan tidak mampu mengerjakan tugas-tugas sebagai karyawan. Tetapi dalam banyak kasus, ini bukan penjelasan yang benar untuk kejadian tersebut.

Pada sebagian besar kasus, kinerja perorangan memiliki sedikit atau bahkan tidak ada hubungannya dengan pemberhentian dari pekerjaan. Kemungkinannya adalah bahwa orang tersebut tidak sendirian dalam prosedur HR ini. Pengurangan, penghapusan dan penggabungan memainkan peran penting dalam menentukan nasib banyak karyawan.

Jika kita tidak yakin akan hal ini, perhatikan saja ketentuan yang digunakan dalam prosedurnya. Karyawan yang “diberhentikan” tidak sama dengan dipecat. Meskipun ini adalah situasi yang sulit untuk diatasi, tetapi tetap butuh pemulihan yang cepat.

Lihatlah dari sudut yang lain, jika seorang manager ingin menyingkirkan seorang karyawan karena ketidakmampuannya, orang tersebut kemungkinan sudah merasakan sebelumnya. Penalaran disini adalah bahwa karyawan akan diperingatkan sebelumnya untuk memperbaiki cara-cara profesionalnya di tempat kerja.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa pertanyaan dasar yang akan menunjukkan ke arah alasan sebenarnya mengapa seseorang diberhentikan :

Apakah saya satu-satunya orang yang kehilangan pekerjaan?

Jika banyak karyawan yang terkena dampak  ini, bisa jadi kita memang diberhentikan murni karena tujuan keuangan. Ini bisa menjadi indikasi yang baik bahwa perusahaan sedang melakukan perampingan dan memfokuskan kembali upaya dalam industri.

Apakah saya bisa melihat tanda-tandanya?

Apakah ada tanda-tanda bahwa ini akan terjadi? Apakah ada alasan logis dibalik mengapa kita harus diberhentikan?

Apakah alasan perusahaan memberhentikan saya?

Jika kita memiliki keraguan bahwa perampingan dan restrukturisasi bukan alasan utama pemberhentian kita, cari tahu hal tersebut. Kalau itu karena kualitas kerja kita, maka perbaikilah kelemahan-kelemahan kita.

Efek : Bagaimana menyikapinya

Sebuah jenjang karir adalah salah satu hal yang mengalami banyak perubahan secara teratur, dan itu membuatnya menarik serta layak untuk dikejar. Perubahan dalam karir dapat diibaratkan sepasang celana yang baru kita beli.

Celana itu baru dan kita menyukai segala hal tentangnya, seperti warna, ukuran dan model. Tetapi akhirnya cara kita memakainya sama dengan perkembangan kita pada sebuah pekerjaan. Sehingga kita harus mempermak celana tersebut agar lebih leluasa bergerak dan lebih lebar tentunya.

Pertambahan berat badan kita sama dengan pertambahan pada pengalaman dan pengetahuan yang berkaitan dengan pekerjaan. Ini hanya sebuah penantian masa transisi, apakah itu untuk sepasang celana baru atau pekerjaan baru.

Beberapa orang yang paling sukses di dunia telah mencapai puncak karena mereka dipaksa melakukan perubahan di sepanjang hidup mereka. Hanya sedikit orang yang mendorong diri mereka untuk terus berusaha mencapai tujuan-tujuan baru dan mengejar semua tantangan yang muncul dengan kekuatan yang dimiliki.

Tampaknya sebuah tantangan yang terlihat tidak mungkin diatasi dan waktu-waktu menyedihkan kita adalah bahan bakar yang sangat kita butuhkan dalam perubahan karir. Jadi, sadarilah alasan dibalik kejadian tersebut.

Beri diri kita ruang untuk berbuat kesalahan

Tidak seorangpun belajar tanpa uji coba, dan inilah akhirnya bagaimana mereka dapat melampaui diri mereka sendiri.

Jangan takut mengambil sebuah kesempatan

Mempersiapkan diri melawan sebuah perubahan dalam rutinitas kita akan sering menuntut banyak hal berubah pula.

Luangkan waktu untuk mencari tahu

Inilah kesempatan yang terbaik untuk meletakkan segala sesuatu dalam perspektif dan menyadari apa yang ingin kita lakukan selanjutnya. Apakah kita menginginkan pekerjaan di bidang yang berhubungan ataukah ini waktu untuk membuat perubahan karir?

Apa yang saya lakukan sekarang?

Jangan biarkan kemunduran karir menghentikan kita. Mungkin tindakan pemberi kerja dapat menghambat kita sementara, tetapi hanya kita yang dapat memajukan karir kita sendiri.

Ini adalah kesempatan yang tepat untuk menerapkan kemampuan jaringan kita dengan baik. Menghubungi teman dan kerabat mungkin dapat membantu kita menemukan pekerjaan yang lain. Tetapi yang lebih penting adalah membantu kita memahami dan berdamai dengan peristiwa yang memprihatinkan ini.

Menangani situasi semacam ini dengan tepat, mungkin akan terbukti bermanfaat dalam pengaturan bidang profesional kita di masa mendatang. Pengusaha segan mengambil resiko dan tidak suka dengan calon karyawan yang meragukan. Jika mereka harus memilih mempekerjakan karyawan yang telah “dipecat” atau “diberhentikan” mereka kemungkinan memilih yang kedua.

Langkah-langkah awal untuk pemulihan profesional – jika kita dapat menyebutnya demikian – dimulai dengan kepercayaan diri dan mengetahui potensi kita. Pengusaha kemungkinan besar bertanya-tanya pada diri sendiri mengapa kita saat ini berada di bursa kerja jika kita begitu sempurna untuk posisi itu. Dengan kata lain, jika kita memiliki kemampuan yang sangat baik untuk pekerjaan ini, mengapa kita menganggur?

Selama sesi wawancara, bersiaplah untuk menjawab pertanyaan mengenai kisah hidup kita ini. Jangan mengira jawaban dapat dipikirkan langsung saja saat wawancara tiba. Kita bicara tentang masa depan kita, lebih baik persiapkan jawaban kita sebelumnya.

kita tidak perlu menceritakan hal-hal yang tidak ditanyakan. Kelemahan dalam sisi profesional kita jangan pernah ditunjukkan kecuali relevan dengan pertanyaan spesifik yang diajukan.

Tujuannya adalah untuk bertanggung jawab atas jalan yang kita pilih dan membuat segala sesuatu terjadi, bukan hanya menerima saja dan tinggal dengan konsekuensi-konsekuensinya. kita harus bertindak. kita adalah penguasa atas nasib kita sendiri jadi bertanggung jawablah dan buatlah yang terbaik dari setiap situasi yang ada.

sumber gambar : Gerald Altmann

Monday, February 23, 2015

Kumpulan Status Facebook Karyawan

Namanya orang bekerja kalau kesal, jengkel dan marah ke atasan itu wajar namanya. Namanya juga manusia. Kalau salah karena kita salah, wajar kalau kita dimarahi. Namun bagaimana kalau sebaliknya? Mau balas marah tidak berani ,bisa - bisa dipecat, mau keluar dari pekerjaan belum siap. Ya sudah untuk mengeluarkan semuanya biasanya kita tumpahkan ke dinding - dinding facebook kita.

Pada postingan kali, kami tampilkan kumpulan status facebook karyawan terkait dengan atasan dan pekerjaannya. Biar rame, statusnya kami beri tanggapan he he he.

Mohon maaf kalau ada yang statusnya sama. Dan silahkan ditambahkan kalau ada status yang belum ada di sini. 

owner ada tiga...maunya beda2...kita yang disuruh jadi bingung sendiri.. mbok kalo mau nyuruh bawahan discuss dulu bertiga gitu sih#stresspagipagi
- nasib bawahan

"I need a new job!!!"  
- ini biasanya habis dimarahi oleh atasannya dan ingin segera mengundurkan diri atau resign saat itu juga.

"Bela - belain masuk kerja hari libur, eh malah dapat amarah klien." 
- kalau ini lagi apes aja.

"Call of duty... Back to office lagi..." 
- baru sampai rumah, eh ada panggilan dari kantor karena ada sesuatu yang urgent.

"Terikat kontrak. Untunglah gw sekarang sudah terbebas dari belenggu kontrak kerja." 
- karyawan yang sangat bersyukur sudah keluar dari pekerjaannya.


"TGIF bon... Thanks God It's Friday.... It's has been 2 weeks...he he he."
- karyawan yang kerjanya terpisah dengan anak istrinya dan biasanya bertemu pada akhir pekan saja.

"Sometime your working day feels like holiday, and some other timer your holiday feels like working day".
- karyawan yang sering disuruh masuk pada hari sabtu atau hari libur he he he.


"Boss cuti hari kerja buat mancing gak ada perasaan bersalah, giliran ane cuti 2 hari kerja untuk urusan keluarga (permintaan orang tua yang ngajak mudik) dianggap dosa besar. Ane pilih untuk tidak durhaka sama orang tua. Titik"
- pasti karyawan ini mempunyai atasan yang menyebalkan.

"Pulang kantor ketika matahari belum terbenam itu ternyata sesuatu banget."
- betul setuju.

Salah satu konsekuendi menjadi alumni *** adalah harus siap dijadikan 'pesaing' oleh orang lain yang sama - sama ingin meraih kesuksesan. Apalagi yang mengganggap 'pesaing' itu atasan sendiri#keepcoolcalm&confident..."
- Atasan model seperti ini bisa jadi sakit hati karena gagal menjadi mahasiswa ***.

"Here we go again, hands off management, taking all the credits, transferring all the blame and problems... These kind of management needs to take it like a 
Man!" 
- sepertinya gak ada yang jantan di sini.

"Pulang sampai rumah jam 23.00 dan masih ditunggui anak - anak itu mengharukan sekaligus bikin sedih.. (cerita pengalaman jumat kemarin, semoga malam ini enggak seperti itu..)
- demi anak istri tetap semangat.

"Pencapaian target jeblok, penyumbang NPF terbesar dan pemahaman produk yang rendah. Apa yang seperti ini dinilai layak diangkat? Mari kedepankan obyektifitas, bukan subyektifitas, apalagi kalau infor yang didapat dari para penghasut."
- atasan juga manusia. Tapi jangan kebangetan.

"Kerjanya pura - pura. Pura - puranya kerja. Yang kayak begini masih berharap dapat bonus dan promosi?*tepokjidat"
- contoh karyawan yang tidak disukai atasan.


"Menjalankan perintah salah, melanggar perintah salah... Bagaimana pun juga, business must keep on running..."
- ingat pertama atasan tidak pernah salah. Kedua kalau salah lihat nomor pertama.

"Seorang manager yang tidak berani bertanggung jawab atas kesalahan yang diperbuatnya dan selalu mencari kambing dalam menghadapi permasalahan yang dihadapinya, adalah orang yang gagal..."
- atasan seperti ini ke laut aje.

"Ada perbedaan yang signifikan antara SDM yang produktif dengan SDM yang hanya menggerus laba perusahaan/ cabang* Aneh kok yang produktif maupun yang enggak produktif sama - sama dinilai LB"
- it's clear like a crystal.

"Performance appraisal is how much profit and KPI we contribute to the company. Not how close we are to our superior... or am I wrong?"
- no You don't.

"Semoga ini keputusan yang terbaik. Aamiin."
- Habis kirim lamaran ke tempat lain/ niat mau resign.





Ini status facebook kami, mana status facebook-mu? Silahkan ditulis di kolom komentar di bawah ini. But don't try this at office while Your Boss is beside You :D.

Tuesday, January 13, 2015

4 Aktivitas di Media Sosial Yang Bikin Lu Dipecat

4 Aktivitas di Media Sosial Yang Bikin Lu Dipecat
Aktivitas di Media Sosial Yang Bikin Lu Dipecat

Sebagaimana kita yang hidup di zaman teknologi informasi begitu canggih, tentunya kita sangat akrab dengan berbagai macam akun social media. Sah - sah aja aktif di sana - bertemu dengan kawan lama dan mencari kawan baru.
Namun harus diperhatikan bahwa Boss Kita, Atasan Lu atasan Gua juga punya barang yang sama.

Maka berhati - hatilah dalam menggunakan akun media sosial, terkait dengan pekerjaan dan atasan.Kalau tidak hati - hati, Lu bisa dipecat.

Yuk, mari kita kupas satu - satu.

1. Jangan pernah pasang status di facebook masalah boss atau pekerjaan

 

Kalau punya akun facebook dan Lu termasuk "banci status". Sedikit - sedikit pasang status. Sedikit - sedikit pasang status. Lebih baik  jangan  nge-add boss Lu kalau mau selamat.

Kalau pun sudah kadung jadi teman (friend), karena Boss Lu itu teman satu sekolah atau entah bagaimana caranya tahu - tahu sudah jadi teman di facebook, berhati - hatilah pasang status. Terutama status soal Boss dan pekerjaan.

Kalau Lu lagi bete sama Boss dan pekerjaan Lu, terus pasang status di facebook. Siap - siap aja dipecat sama Boss. Mecatnya juga lewat status di FB.

Terus juga kalau Lu lagi nyari - nyari kerjaan, calon Boss Lu akan tahu siapa diri Lu sebenarnya. Dia tinggal ketik nama Lu, muncul deh semua tentang status Lu. Dia bakal mikir dua kali, atau malah tidak mikir sama sekali untuk ngebuang lamaran dan CV Lu ke tempat sampah.


2. Jangan sering - sering meng-update linkedin

 

Linkedin memang penting untuk  membuat jaringan (network) sekaligus mencari peluang kerjaan yang lebih baik. Akun linkedin yang baik adalah yang update. Jangan sampe informasi profesional Lu masih satu dekade yang lalu. Terus fotonya juga ketika dunia masih hitam putih he he he.

Tapi ingat jangan setiap hari Lu update linkedin Lu. Baik itu pasang status, minta endorsement dari temen - temen Lu. Dan gua yakin temen - temen Lu nge-endorse karena ingin membantu meningkatkan daya jual Lu dengan imbalan Lu nge-endorse balik. Simbois mutualisma ceritanya.

Kalau Lu sering update akun Linkedin-nya, Gua sebagai calon Boss Lu, yang lagi mencari - cari profesional berpengalaman akan berfikir : ini orang meng- update linkedin terus. Kapan kerjanya?

Terus kalau kebetulan satu link sama Boss Lu, dia akan curiga karena dapat pemberitahuan update linkedin Lu. Dia mulai berfikir bahwa Lu makan resign atau mengundurkan diri. Terus yang paling parah Lu dipanggil dan dipecat. Buat apa gaji karyawan macam kamu, kalau kerjaannya hanya update linkedin, begitu kira - kira.


3. Jangan (terlihat) terlalu aktif di forum

 

Karena satu dan lain hal ternyata Lu ditakdirkan satu forum dengan Boss Lu. Entah di mailing list, group whatsapp, group BBM dan forum - forum yang lain. Gua sarankan jangan terlihat aktif. Aktif di sini adalah sering posting atau kasih komen atas postingan yang lain. 
 
Tahanlah sedikit untuk posting walau pun tangan sudah gatal untuk membuat postingan.Apalah artinya tidak posting sebentar untuk kemaslahatan jangka panjang ha ha ha (lebay banget).
 
Kalau Lu terlihat aktif di forum, bisa membuat Boss Lu negative thinking soal Lu. Kok rajinnya di forum - forum? Emangnya kurang kerjaan apa? Yang kemarin saja belum kelar, kata Boss Lu sambil ngedumel.
 
Dan tiba - tiba dia datang ke meja Lu bawa setumpuk kerjaan yang kalau Lu kerjaan siang malam juga belum tentu kelar - kelar.

4. Jangan mengupdate blog (ini) di jam kerja

 

Kalau Lu punya blog dan menjadi blogger, berhati - hatilah di dalam mengupdate blog. Terutama di jam kerja. Selain menggangu produktivitas kerja, bisa juga ketahuan sama Boss Lu.

"Hei, ngapain Kamu? Kenapa kamu tulis - tulis soal saya di blog Kamu?" Tanya dia sambil emosi. Kalau sudah begini mau apa? Enggak dipecat sambil dituntut pencemaran nama baik aja sudah untung.

Makanya Gua kalau update blog ini di bukan di jam kerja. Gua masih pengen kerja di tempat sekarang he he he.

So hati - hati ya dengan aktivitas media sosial Kamu.


sumber :https://www.flickr.com/photos/us-mission/7408712526

Comments system

Disqus Shortname