Showing posts with label karyawan yang dibenci atasan. Show all posts
Showing posts with label karyawan yang dibenci atasan. Show all posts

Monday, February 23, 2015

Kumpulan Status Facebook Karyawan

Namanya orang bekerja kalau kesal, jengkel dan marah ke atasan itu wajar namanya. Namanya juga manusia. Kalau salah karena kita salah, wajar kalau kita dimarahi. Namun bagaimana kalau sebaliknya? Mau balas marah tidak berani ,bisa - bisa dipecat, mau keluar dari pekerjaan belum siap. Ya sudah untuk mengeluarkan semuanya biasanya kita tumpahkan ke dinding - dinding facebook kita.

Pada postingan kali, kami tampilkan kumpulan status facebook karyawan terkait dengan atasan dan pekerjaannya. Biar rame, statusnya kami beri tanggapan he he he.

Mohon maaf kalau ada yang statusnya sama. Dan silahkan ditambahkan kalau ada status yang belum ada di sini. 

owner ada tiga...maunya beda2...kita yang disuruh jadi bingung sendiri.. mbok kalo mau nyuruh bawahan discuss dulu bertiga gitu sih#stresspagipagi
- nasib bawahan

"I need a new job!!!"  
- ini biasanya habis dimarahi oleh atasannya dan ingin segera mengundurkan diri atau resign saat itu juga.

"Bela - belain masuk kerja hari libur, eh malah dapat amarah klien." 
- kalau ini lagi apes aja.

"Call of duty... Back to office lagi..." 
- baru sampai rumah, eh ada panggilan dari kantor karena ada sesuatu yang urgent.

"Terikat kontrak. Untunglah gw sekarang sudah terbebas dari belenggu kontrak kerja." 
- karyawan yang sangat bersyukur sudah keluar dari pekerjaannya.


"TGIF bon... Thanks God It's Friday.... It's has been 2 weeks...he he he."
- karyawan yang kerjanya terpisah dengan anak istrinya dan biasanya bertemu pada akhir pekan saja.

"Sometime your working day feels like holiday, and some other timer your holiday feels like working day".
- karyawan yang sering disuruh masuk pada hari sabtu atau hari libur he he he.


"Boss cuti hari kerja buat mancing gak ada perasaan bersalah, giliran ane cuti 2 hari kerja untuk urusan keluarga (permintaan orang tua yang ngajak mudik) dianggap dosa besar. Ane pilih untuk tidak durhaka sama orang tua. Titik"
- pasti karyawan ini mempunyai atasan yang menyebalkan.

"Pulang kantor ketika matahari belum terbenam itu ternyata sesuatu banget."
- betul setuju.

Salah satu konsekuendi menjadi alumni *** adalah harus siap dijadikan 'pesaing' oleh orang lain yang sama - sama ingin meraih kesuksesan. Apalagi yang mengganggap 'pesaing' itu atasan sendiri#keepcoolcalm&confident..."
- Atasan model seperti ini bisa jadi sakit hati karena gagal menjadi mahasiswa ***.

"Here we go again, hands off management, taking all the credits, transferring all the blame and problems... These kind of management needs to take it like a 
Man!" 
- sepertinya gak ada yang jantan di sini.

"Pulang sampai rumah jam 23.00 dan masih ditunggui anak - anak itu mengharukan sekaligus bikin sedih.. (cerita pengalaman jumat kemarin, semoga malam ini enggak seperti itu..)
- demi anak istri tetap semangat.

"Pencapaian target jeblok, penyumbang NPF terbesar dan pemahaman produk yang rendah. Apa yang seperti ini dinilai layak diangkat? Mari kedepankan obyektifitas, bukan subyektifitas, apalagi kalau infor yang didapat dari para penghasut."
- atasan juga manusia. Tapi jangan kebangetan.

"Kerjanya pura - pura. Pura - puranya kerja. Yang kayak begini masih berharap dapat bonus dan promosi?*tepokjidat"
- contoh karyawan yang tidak disukai atasan.


"Menjalankan perintah salah, melanggar perintah salah... Bagaimana pun juga, business must keep on running..."
- ingat pertama atasan tidak pernah salah. Kedua kalau salah lihat nomor pertama.

"Seorang manager yang tidak berani bertanggung jawab atas kesalahan yang diperbuatnya dan selalu mencari kambing dalam menghadapi permasalahan yang dihadapinya, adalah orang yang gagal..."
- atasan seperti ini ke laut aje.

"Ada perbedaan yang signifikan antara SDM yang produktif dengan SDM yang hanya menggerus laba perusahaan/ cabang* Aneh kok yang produktif maupun yang enggak produktif sama - sama dinilai LB"
- it's clear like a crystal.

"Performance appraisal is how much profit and KPI we contribute to the company. Not how close we are to our superior... or am I wrong?"
- no You don't.

"Semoga ini keputusan yang terbaik. Aamiin."
- Habis kirim lamaran ke tempat lain/ niat mau resign.





Ini status facebook kami, mana status facebook-mu? Silahkan ditulis di kolom komentar di bawah ini. But don't try this at office while Your Boss is beside You :D.

Tuesday, January 13, 2015

4 Aktivitas di Media Sosial Yang Bikin Lu Dipecat

4 Aktivitas di Media Sosial Yang Bikin Lu Dipecat
Aktivitas di Media Sosial Yang Bikin Lu Dipecat

Sebagaimana kita yang hidup di zaman teknologi informasi begitu canggih, tentunya kita sangat akrab dengan berbagai macam akun social media. Sah - sah aja aktif di sana - bertemu dengan kawan lama dan mencari kawan baru.
Namun harus diperhatikan bahwa Boss Kita, Atasan Lu atasan Gua juga punya barang yang sama.

Maka berhati - hatilah dalam menggunakan akun media sosial, terkait dengan pekerjaan dan atasan.Kalau tidak hati - hati, Lu bisa dipecat.

Yuk, mari kita kupas satu - satu.

1. Jangan pernah pasang status di facebook masalah boss atau pekerjaan

 

Kalau punya akun facebook dan Lu termasuk "banci status". Sedikit - sedikit pasang status. Sedikit - sedikit pasang status. Lebih baik  jangan  nge-add boss Lu kalau mau selamat.

Kalau pun sudah kadung jadi teman (friend), karena Boss Lu itu teman satu sekolah atau entah bagaimana caranya tahu - tahu sudah jadi teman di facebook, berhati - hatilah pasang status. Terutama status soal Boss dan pekerjaan.

Kalau Lu lagi bete sama Boss dan pekerjaan Lu, terus pasang status di facebook. Siap - siap aja dipecat sama Boss. Mecatnya juga lewat status di FB.

Terus juga kalau Lu lagi nyari - nyari kerjaan, calon Boss Lu akan tahu siapa diri Lu sebenarnya. Dia tinggal ketik nama Lu, muncul deh semua tentang status Lu. Dia bakal mikir dua kali, atau malah tidak mikir sama sekali untuk ngebuang lamaran dan CV Lu ke tempat sampah.


2. Jangan sering - sering meng-update linkedin

 

Linkedin memang penting untuk  membuat jaringan (network) sekaligus mencari peluang kerjaan yang lebih baik. Akun linkedin yang baik adalah yang update. Jangan sampe informasi profesional Lu masih satu dekade yang lalu. Terus fotonya juga ketika dunia masih hitam putih he he he.

Tapi ingat jangan setiap hari Lu update linkedin Lu. Baik itu pasang status, minta endorsement dari temen - temen Lu. Dan gua yakin temen - temen Lu nge-endorse karena ingin membantu meningkatkan daya jual Lu dengan imbalan Lu nge-endorse balik. Simbois mutualisma ceritanya.

Kalau Lu sering update akun Linkedin-nya, Gua sebagai calon Boss Lu, yang lagi mencari - cari profesional berpengalaman akan berfikir : ini orang meng- update linkedin terus. Kapan kerjanya?

Terus kalau kebetulan satu link sama Boss Lu, dia akan curiga karena dapat pemberitahuan update linkedin Lu. Dia mulai berfikir bahwa Lu makan resign atau mengundurkan diri. Terus yang paling parah Lu dipanggil dan dipecat. Buat apa gaji karyawan macam kamu, kalau kerjaannya hanya update linkedin, begitu kira - kira.


3. Jangan (terlihat) terlalu aktif di forum

 

Karena satu dan lain hal ternyata Lu ditakdirkan satu forum dengan Boss Lu. Entah di mailing list, group whatsapp, group BBM dan forum - forum yang lain. Gua sarankan jangan terlihat aktif. Aktif di sini adalah sering posting atau kasih komen atas postingan yang lain. 
 
Tahanlah sedikit untuk posting walau pun tangan sudah gatal untuk membuat postingan.Apalah artinya tidak posting sebentar untuk kemaslahatan jangka panjang ha ha ha (lebay banget).
 
Kalau Lu terlihat aktif di forum, bisa membuat Boss Lu negative thinking soal Lu. Kok rajinnya di forum - forum? Emangnya kurang kerjaan apa? Yang kemarin saja belum kelar, kata Boss Lu sambil ngedumel.
 
Dan tiba - tiba dia datang ke meja Lu bawa setumpuk kerjaan yang kalau Lu kerjaan siang malam juga belum tentu kelar - kelar.

4. Jangan mengupdate blog (ini) di jam kerja

 

Kalau Lu punya blog dan menjadi blogger, berhati - hatilah di dalam mengupdate blog. Terutama di jam kerja. Selain menggangu produktivitas kerja, bisa juga ketahuan sama Boss Lu.

"Hei, ngapain Kamu? Kenapa kamu tulis - tulis soal saya di blog Kamu?" Tanya dia sambil emosi. Kalau sudah begini mau apa? Enggak dipecat sambil dituntut pencemaran nama baik aja sudah untung.

Makanya Gua kalau update blog ini di bukan di jam kerja. Gua masih pengen kerja di tempat sekarang he he he.

So hati - hati ya dengan aktivitas media sosial Kamu.


sumber :https://www.flickr.com/photos/us-mission/7408712526

Friday, November 28, 2014

5 Kebiasan Karyawan Yang Dijamin Dibenci Atasan

5 Kebiasan Karyawan Yang Dijamin Dibenci Atasan

Dear netter, 
pada kesempatan kali ini saya posting tulisan yang berbeda dari biasanya. Kali ini saya posting 5 kebiasaan karyawan yang dijamin dibenci atasan.

Sekali - kali boleh dong seorang atasan mengeluarkan uneg-uneg-nya, jangan hanya seorang bawahan yang ingin didengar saja. Selama masih bekerja dengan orang lain, atasan juga karyawan; atasan juga bawahan karena dia punya atasan juga.

sudah banyak curahan hati karyawan tentang atasan diposting di sini :
- Atasan yang dibenci bawahan
- Atasan yang mudah berubah - ubah
- Atasan tidak pernah salah

Mulai dengan uneg - uneg seorang atasan:
1. Pilih - pilih pekerjaan
Kalau mengerjakan sesuatu inginnya yang mudah - mudah saja. Kalau susah sedikit selalu punya alasan untuk menghindarinya. Saya belum faham, teman saya lebih jago, ini - itu. Bahkan ada yang berani bicara : "kenapa bukan Bapak saja yang mengerjakan?"

Kalau tidak sabar - sabar sedikit, sudah ingin ditampar bolak - balik.

2. Perhitungan
Karyawan model ini bekerja selalu sesuai dengan waktu yang disediakan perusahaan.  Masuk jam 7 pagi, ya masuk jam 7. Pulang jam 4, ya pulang jam 4. Tidak mau rugi sedikit pun untuk melakukan pekerjaan di luar jam kerja.

Kalau diminta, ada yang jawab : sekarang kan sudah jamnya pulang. Padahal jam baru menunjukkan angka 16.05. Apa ruginya sih, hanya kelebihan 5 menit dari jam kerja. Lagi pula dia tidak sedang dalam terburu - buru.

3. Bekerja asal - asalan
Kalau diberi tugas, hasilnya selalu tidak memuaskan. Kurang ini - lah, kurang itu - lah. Tidak pernah hasil pekerjaanya bebas koreksi. Ada saja yang harus diperbaiki. Akhirnya malah jadi menambah - nambah pekerjaan atasannya untuk memperbaiki hasil pekerjaannya. Fikir - fikir, dari pada hasilnya asal - asalan lebih baik dikerjakan sendiri.

4. Banyak ngobrol
Kalau  mau ngobrol silahkan saja, asalkan jangan di jam kerja. Kalau jam istirahat terserah, mau ngobrol sampai mulut berbusa - busa, silahkan. Mau cerita yang sama diulang 100 kali, silahkan, asalkan bukan di jam kerja. Nah ini sudah jam kerja masih tetap saja ngobrol.

Kalau sudah masuk jam kerja, ya bekerja. Jangan ngobrol. Kerja itu pakai tangan bukan pakai mulut!

5. Jam karet
Ada juga yang suka telat. Masuk jam 7 pagi, datang jam 7 lewat 5 menit. Lewat 10 menit. Setiap ditanya alasannya macet, kesiangan, mengantar anak sekolah dulu, ada tetangga yang meninggal, ini - itu. Kayaknya ada - ada saja alasannya.

Yang membuat heran adalah, datangnya telat, tapi kalau pulang tepat waktu. Ini aneh kan. Atau dia mau menerapkan prinsip jangan pernah mengulang kesalahan kedua kali. Kalau datangnya telat, diusahakan pulangnya jangan telat.

Kalau sudah ketemu bawahan seperti ini bawaannya emosi terus. Jadi jangan hanya atasan diminta untuk baik sama bawahan. Bawahan juga. Setuju, tidak?

sumber foto : https://www.flickr.com/photos/87553285@N00/

Comments system

Disqus Shortname