Showing posts with label alasan karyawan dipecat. Show all posts
Showing posts with label alasan karyawan dipecat. Show all posts

Tuesday, September 1, 2015

Apa Yang Anda Lakukan Ketika Kehilangan Pekerjaan?

cara menghadapi pemecatan PHK

Hal ini kemungkinan telah terjadi diantara kita dan sesuatu yang paling tidak kita duga sebelumnya. kita mungkin datang dan siap bekerja kemudian supervisor memanggil kita ke ruangan untuk rapat singkat. Beliau duduk dan mulai menjelaskan tentang bagaimana perusahaan telah melalui masa-masa sulit. Sejauh ini tujuan pembicaraan jelas, tetapi kita belum memiliki gambaran tentang  apa yang dia maksudkan.

Selanjutnya kita tahu, dia mulai berbicara mengenai pengurangan karyawan, terutama di departemen kita. Kemudian – berita yang mengejutkan – dia dengan ramah menyodorkan slip gaji padahal baru kemarin kita gajian. Hal ini  menyebabkan setiap karyawan tiba-tiba merasa mulas dan berkunang-kunang.

Penyebab : Mengapa hal itu bisa terjadi?

Pikiran pertama yang timbul pada kita adalah kita tidak memenuhi harapan dan tidak mampu mengerjakan tugas-tugas sebagai karyawan. Tetapi dalam banyak kasus, ini bukan penjelasan yang benar untuk kejadian tersebut.

Pada sebagian besar kasus, kinerja perorangan memiliki sedikit atau bahkan tidak ada hubungannya dengan pemberhentian dari pekerjaan. Kemungkinannya adalah bahwa orang tersebut tidak sendirian dalam prosedur HR ini. Pengurangan, penghapusan dan penggabungan memainkan peran penting dalam menentukan nasib banyak karyawan.

Jika kita tidak yakin akan hal ini, perhatikan saja ketentuan yang digunakan dalam prosedurnya. Karyawan yang “diberhentikan” tidak sama dengan dipecat. Meskipun ini adalah situasi yang sulit untuk diatasi, tetapi tetap butuh pemulihan yang cepat.

Lihatlah dari sudut yang lain, jika seorang manager ingin menyingkirkan seorang karyawan karena ketidakmampuannya, orang tersebut kemungkinan sudah merasakan sebelumnya. Penalaran disini adalah bahwa karyawan akan diperingatkan sebelumnya untuk memperbaiki cara-cara profesionalnya di tempat kerja.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa pertanyaan dasar yang akan menunjukkan ke arah alasan sebenarnya mengapa seseorang diberhentikan :

Apakah saya satu-satunya orang yang kehilangan pekerjaan?

Jika banyak karyawan yang terkena dampak  ini, bisa jadi kita memang diberhentikan murni karena tujuan keuangan. Ini bisa menjadi indikasi yang baik bahwa perusahaan sedang melakukan perampingan dan memfokuskan kembali upaya dalam industri.

Apakah saya bisa melihat tanda-tandanya?

Apakah ada tanda-tanda bahwa ini akan terjadi? Apakah ada alasan logis dibalik mengapa kita harus diberhentikan?

Apakah alasan perusahaan memberhentikan saya?

Jika kita memiliki keraguan bahwa perampingan dan restrukturisasi bukan alasan utama pemberhentian kita, cari tahu hal tersebut. Kalau itu karena kualitas kerja kita, maka perbaikilah kelemahan-kelemahan kita.

Efek : Bagaimana menyikapinya

Sebuah jenjang karir adalah salah satu hal yang mengalami banyak perubahan secara teratur, dan itu membuatnya menarik serta layak untuk dikejar. Perubahan dalam karir dapat diibaratkan sepasang celana yang baru kita beli.

Celana itu baru dan kita menyukai segala hal tentangnya, seperti warna, ukuran dan model. Tetapi akhirnya cara kita memakainya sama dengan perkembangan kita pada sebuah pekerjaan. Sehingga kita harus mempermak celana tersebut agar lebih leluasa bergerak dan lebih lebar tentunya.

Pertambahan berat badan kita sama dengan pertambahan pada pengalaman dan pengetahuan yang berkaitan dengan pekerjaan. Ini hanya sebuah penantian masa transisi, apakah itu untuk sepasang celana baru atau pekerjaan baru.

Beberapa orang yang paling sukses di dunia telah mencapai puncak karena mereka dipaksa melakukan perubahan di sepanjang hidup mereka. Hanya sedikit orang yang mendorong diri mereka untuk terus berusaha mencapai tujuan-tujuan baru dan mengejar semua tantangan yang muncul dengan kekuatan yang dimiliki.

Tampaknya sebuah tantangan yang terlihat tidak mungkin diatasi dan waktu-waktu menyedihkan kita adalah bahan bakar yang sangat kita butuhkan dalam perubahan karir. Jadi, sadarilah alasan dibalik kejadian tersebut.

Beri diri kita ruang untuk berbuat kesalahan

Tidak seorangpun belajar tanpa uji coba, dan inilah akhirnya bagaimana mereka dapat melampaui diri mereka sendiri.

Jangan takut mengambil sebuah kesempatan

Mempersiapkan diri melawan sebuah perubahan dalam rutinitas kita akan sering menuntut banyak hal berubah pula.

Luangkan waktu untuk mencari tahu

Inilah kesempatan yang terbaik untuk meletakkan segala sesuatu dalam perspektif dan menyadari apa yang ingin kita lakukan selanjutnya. Apakah kita menginginkan pekerjaan di bidang yang berhubungan ataukah ini waktu untuk membuat perubahan karir?

Apa yang saya lakukan sekarang?

Jangan biarkan kemunduran karir menghentikan kita. Mungkin tindakan pemberi kerja dapat menghambat kita sementara, tetapi hanya kita yang dapat memajukan karir kita sendiri.

Ini adalah kesempatan yang tepat untuk menerapkan kemampuan jaringan kita dengan baik. Menghubungi teman dan kerabat mungkin dapat membantu kita menemukan pekerjaan yang lain. Tetapi yang lebih penting adalah membantu kita memahami dan berdamai dengan peristiwa yang memprihatinkan ini.

Menangani situasi semacam ini dengan tepat, mungkin akan terbukti bermanfaat dalam pengaturan bidang profesional kita di masa mendatang. Pengusaha segan mengambil resiko dan tidak suka dengan calon karyawan yang meragukan. Jika mereka harus memilih mempekerjakan karyawan yang telah “dipecat” atau “diberhentikan” mereka kemungkinan memilih yang kedua.

Langkah-langkah awal untuk pemulihan profesional – jika kita dapat menyebutnya demikian – dimulai dengan kepercayaan diri dan mengetahui potensi kita. Pengusaha kemungkinan besar bertanya-tanya pada diri sendiri mengapa kita saat ini berada di bursa kerja jika kita begitu sempurna untuk posisi itu. Dengan kata lain, jika kita memiliki kemampuan yang sangat baik untuk pekerjaan ini, mengapa kita menganggur?

Selama sesi wawancara, bersiaplah untuk menjawab pertanyaan mengenai kisah hidup kita ini. Jangan mengira jawaban dapat dipikirkan langsung saja saat wawancara tiba. Kita bicara tentang masa depan kita, lebih baik persiapkan jawaban kita sebelumnya.

kita tidak perlu menceritakan hal-hal yang tidak ditanyakan. Kelemahan dalam sisi profesional kita jangan pernah ditunjukkan kecuali relevan dengan pertanyaan spesifik yang diajukan.

Tujuannya adalah untuk bertanggung jawab atas jalan yang kita pilih dan membuat segala sesuatu terjadi, bukan hanya menerima saja dan tinggal dengan konsekuensi-konsekuensinya. kita harus bertindak. kita adalah penguasa atas nasib kita sendiri jadi bertanggung jawablah dan buatlah yang terbaik dari setiap situasi yang ada.

sumber gambar : Gerald Altmann

Friday, August 7, 2015

Bolehkah Berselancar di Dunia Maya Ketika Jam Kerja?

Bolehkah Berselancar di Dunia Maya Ketika Jam Kerja?

Ada sebuah tren yang berkembang di seluruh dunia, yaitu bahwa karyawan menghabiskan lebih banyak waktu dengan berselancar di dunia maya. Sejumlah perusahaan menyelidiki masalah ini ketika karyawan mulai menyalahgunakan kebocoran perusahaan. Sebagai contoh, karyawan masuk ke E*Trade di pagi hari untuk memeriksa portfolio saham mereka atau memeriksa item tawaran terbaru di Ebay pada sore hari. Hal produktivitas, etika dan privasi ikut berperan disini – mari kita lihat bagaimana pemberi kerja melawannya.

Semua orang melakukannya

Dari sekretaris hingga manajer sebuah toko ritel, semua melakukannya. Mereka semua masuk ke dunia maya, kadang-kadang hanya untuk beberapa menit browsing dan membaca berita terbaru dari CNN.com. Masalahnya adalah bahwa peningkatan jumlah karyawan (dari setiap level) berpartisipasi dalam tren yang sedang berkembang ini.

Berselancar di dunia maya tanpa nama sepertinya aman-aman saja kan? Salah. Kebocoran kecil di dunia bisnis telah mengakibatkan kebocoran yang jauh lebih besar daripada itu. Dalam beberapa hal, karyawan menghabiskan lebih banyak waktu untuk urusan pribadi dan hanya sedikit waktu untuk mengurus pekerjaan profesional mereka.

“Tidak ada seorangpun yang tahu, saya akan membeli CD terbaru Eric Clapton di Amazon.com dan kembali bekerja.” Masalahnya, hal tersebut tidak berakhir disitu saja. Hobi internet ini bisa dibandingkan dengan menerima panggilan telepon saat jam kerja tetapi dengan skala yang lebih besar. kita tidak bisa menolak hak karyawan untuk melakukan panggilan telepon pribadi, tetapi internet menawarkan kemungkinan pemborosan waktu yang jauh lebih besar.

Cara lain memandang masalah ini adalah bahwa peralatan tersebut adalah milik perusahaan dan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi. Karyawan yang ada disana adalah untuk bekerja, bukan untuk melihat situs porno – kategori situs yang paling dicari oleh orang-orang kantoran.

Privasi dan etika

Mari kita tidak menyamaratakan dan menganggap pemberi kerja ingin tahu setiap detik yang kita kerjakan pada setiap hari. Banyak perusahaan hanya menjadi tertarik ingin tahu pada kegiatan di luar pekerjaan profesional pada saat produktivitas kita menurun. Ini logis, karena bos kita memberikan kita sejumlah uang sehingga kita bisa, pada akhirnya, menghasilkan keuntungan dan menghasilkan uang.

Mungkin solusi yang masuk akal adalah tersedia perangkat pelacakan pada jaringan perusahaan. Jika kita tidak mengunjungi situs perjudian, situs dewasa atau situs rasis, apa salahnya atasan kita melacak gerakan kita di dunia maya? Bagaimana jika karyawan malah mencari pekerjaan lain di situs penyedia lowongan kerja? Dalam masalah seperti ini, adalah logis bagi pengusaha untuk melindungi diri dari kemungkinan mereka membayar karyawan yang tidak bekerja atau lebih buruk lagi mencari pekerjaan di tempat lain.

Pendapat untuk bentuk invasi privasi ini terbagi antara eksekutif yang mendukung dan menentangnya. Seperti dinyatakan beberapa eksekutif dalam seminar yang saya hadiri baru-baru ini, “Orang-orang ini bekerja dengan komputer sepanjang hari, apa yang kita harapkan?”

Bagaimanapun, beberapa eksekutif tidak kompromi dengan jenis perilaku ini dan tidak mau mentolerir hal tersebut di lingkungan kerja mereka. Ada tiga cara dasar untuk mengatasi masalah tersebut yaitu pengawasan total, pengawasan sebagian atau tanpa toleransi.

ABC cara untuk mengatasi masalah

Tanpa toleransi

Beberapa perusahaan sangat ketat dengan perilaku semacam itu di tempat kerja dan tidak akan mentolerir sampat batas tertentu. Mereka akan mempraktekkan pendekatan tanpa toleransi dimana karyawan dilarang untuk berselancar di dunia maya dan melakukan urusan pribadi selama jam kerja. Alasan ini sangat sederhana yaitu perusahaan membayar kita untuk menghasilkan sesuatu, selain itu mereka berhak mendikte kita karena mereka menandatangani gaji kita dan kita sedang menggunakan komputer perusahaan.

Ini berarti semua komputer akan memantau setiap pergerakan karyawan, setiap web dan ruang chat yang dikunjungi menjadi daftar referensinya. Perusahaan-perusahaan seperti itu sangat ketat dan mempersiapkan diri untuk menghadapi karyawan-karyawan di masa mendatang dengan bukti yang sah dari penyimpangan yang mereka lakukan.

Pengawasan sebagian

Cara lain mengatasi masalah ini adalah dengan pengawasan sebagian. Artinya perusahaan mengijinkan karyawan menelusuri dunia maya dan menggunakan email, faks dan internet untuk keperluan pribadi. Beberapa pedoman ditetapkan, sehingga karyawan tidak berlebihan dalam hal tersebut dan menyalahgunakan sistem.

Gagasan ini adalah untuk memberikan karyawan rasa bebas melalui pemberian kepercayaan dan penilaian yang baik. Penggunaan harus dalam waktu dan kekerapan yang wajar serta tidak membuat malu nama perusahaan.

Pengawasan total

Cara selanjutnya mengatasi masalah ini adalah mengijinkan karyawan untuk berselancar di dunia maya sesuka mereka selama jam kerja dengan pemberitahuan bahwa mereka sedang diawasi. Dengan cara ini, perusahaan dapat mengetahui situs mana yang paling sering dikunjungi karyawan dan mencari tahu alasannya. Hal ini memungkinkan para pakar untuk mengatur rencana bagi karyawan dan kecanduan mereka dengan berselancar selama jam kerja.

Alasan disini adalah untuk menganalisis apa yang karyawan lakukan dan mengatasi masalah dengan efisien. Ini berarti juga bahwa departemen SDM akan tahu apa yang karyawan lakukan dan memperbaiki masalah ini, bukan memarahi mereka.

Yang terjadi biasanya, perusahaan mulai menggunakan teknologi perangkat lunak untuk memblokir situs-situs yang bisa “mengalihkan perhatian” para staff.

Menggunakan teknologi untuk mengontrol teknologi

Software inovatif sedang dipasarkan untuk melayani tujuan kita mengetahui apa yang kita lakukan setiap saat sepanjang hari. Disc Tracy, WEBsweeper dan SecureVIEW adalah beberapa teknologi terkini di pasaran.

Salah satu teknologi yang terlengkap adalah Telemate.Net yang memecah statistik dalam beberapa lusin kategori dari pornografi dan belanja hingga mencari pekerjaan dan hiburan. Time Warner Inc. berencana untuk menginstall software ini segera, karena itu akan membuat catatan yang tepat dari setiap lalu lintas internet dalam perusahaan.

Sementara 27% perusahaan-perusahaan besar di Amerika kini sedang memeriksa email karyawan mereka, data statistik telah hampir berlipat kita dalam tiga tahun terakhir. Perusahaan-perusahaan sekarang memiliki penanganan yang lebih untuk meluruskan masalah ini, dengan tujuan membawa kembali produktivitas karyawan.

sumber gambar : pixabay.com

Wednesday, April 29, 2015

6 Alasan Karyawan Resign Dari Pekerjaannya Sekarang

Sebelum kita memutuskan untuk resign atau mengundurkan diri dari tempat kerja sekarang, harus dipastikan apa alasan untuk resign dari pekerjaan sekarang. Ketika alasan kerja sudah didapat, maka kita bisa lebih yakin untuk mencari informasi lowongan pekerjaan dan bisa menjawab dengan tepat ketika wawancara kerja serta kalau ditanya oleh atasan kita.

Di bawah ini adalah alasan seorang karyawan untuk mengundurkan diri dari tempat kerjanya.

1. Diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil

Alasan resign yang pertama adalah menjadi pegawai negeri sipil. Boleh dikatakan menjadi PNS menjadi impian hampir semua orang: ritme kerja yang tidak seketat pegawai swasta, keamanan pekerjaan yang tinggi dan adanya dana pensiun di hari tua. Ketika ada lowongan cpns, maka berbondong - bondong orang, termasuk orang yang sudah bekerja, untuk melamar menjadi pegawai negeri sipil. Penulis melihat sendiri di tempat kerja sekarang telah terjadi bedol desa karyawan level staff karena banyak yang diterima di beberapa kementerian. Dan atasan penulis mengakui bahwa sulit rasanya menawarkan yang lebih baik untuk menahan karyawan resign kalau mereka diterima menjadi pegawai negeri sipil.

2. Pindah kerja

Karyawan memutuskan mengundurkan diri dari tempat kerja karena pindah kerja ke perusahaan lain. Hal ini disebabkan oleh :
   - gaji dan fasilitas kerja yang lebih baik di tempat baru.
   - posisi yang lebih tinggi; karir yang lebih baik.
   - mencari tempat kerja yang lebih dekat dari tempat tinggal. Tempat kerja sekarang jauh membuat karyawan tidak mempunyai quality time dengan keluarga.
   - Sudah tidak cocok dengan management perusahaan. Beberapa kebijakan management membuat karyawan menjadi tidak betah bekerja dan ini menjadi alasan untuk resign.
   - suasana kerja yang tidak mendukung.
   - berganti profesi. Terkadang ada seorang karyawan merasa jenuh dengan pekerjaannya sekarang. Apalagi kalau ternyata itu bukan passion-nya. Ada seorang formulator RND melamar menjadi seorang sales representative bahan baku karena ingin profesi yang berbeda. Dari yang sering berada di dalam ruangan menjadi banyak di luar.

3. Melanjutkan pendidikan

Ada karyawan yang memutuskan keluar dari pekerjaannya karena mau melanjutkan pendidikan. Biasanya mengambil kuliah S2 baik di dalam maupun di luar negeri. Baik itu untuk meningkatkan kompetensi profesionalnya sehingga bisa mendapatkan karir yang lebih tinggi atau mau menjadi tenaga pengajar/ dosen.

4. Masalah keluarga

Faktor Keluarga bisa menjada alasan resign seorang karyawan. Ada karyawati yang baru menikah, mengajukan diri untuk resign karena dilarang suami atau mau fokus menjadi ibu rumah tangga yang baik.Ada karyawati yang mengundurkan diri dari tempat kerja karena baru mempunyai anak. Anaknya tidak ada yang mengasuh sehingga mau tidak mau harus dia yang turun tangan. Ada juga yang resign dari tempat kerja karena harus merawat orang tuanya yang sudah tua atau sakit keras. Penulis sendiri mempunyai teman yang rela kelaur dari tempat kerjanya karena harus merawat bapaknya yang gagal ginjal.

5. Membuka usaha sendiri 

Menjadi pengusaha menjadi alasan karyawan resign dari tempat kerjanya. Ada sebagian karyawan yang mempunyai cita - cita menjadi pengusaha; tidak selamanya mau menjadi karyawan. Menjadi pengusaha ada peluang kebebasan finansial dan waktu kerja yang lebih fleksibel karena kita yang mengaturnya. Untuk mencapai ini ada yang sudah bertahun - tahun mengumpulkan modal dan mencari peluang usaha, bahkan ada yang sudah merintis usahanya ketika masih bekerja.

6. Terlibat masalah di tempat kerja

alasan resign kerja

Kalau kelima alasan untuk resign di atas berasal dari diri karyawan sendiri, maka alasan kelima ini disebabkan oleh kebijakan perusahaan. Ada perusahaan yang tidak mentolelir tindakan karyawan yang melanggar peraturan perusahaan seperti : terlibat pencurian, berkelahi atau selingkuh. Kalau ketahuan biasanya perusahaan mengambil tindakan tegas dan meminta karyawan untuk mengundurkan diri. Penulis sendiri menjadi saksi ada karyawan yang dikeluarkan hari itu juga karena ketahuan mencuri produk walau pun satu pieces.

Demikian beberapa alasan untuk resign dari tempat kerja yang bisa kita gunakan ketika ditanya oleh atasan kita. Silahkan ditambahkan di kolom komentar kalau ada yang terlewat.

sumber gambar : https://www.flickr.com/photos/dave77459/

Monday, February 23, 2015

Kumpulan Status Facebook Karyawan

Namanya orang bekerja kalau kesal, jengkel dan marah ke atasan itu wajar namanya. Namanya juga manusia. Kalau salah karena kita salah, wajar kalau kita dimarahi. Namun bagaimana kalau sebaliknya? Mau balas marah tidak berani ,bisa - bisa dipecat, mau keluar dari pekerjaan belum siap. Ya sudah untuk mengeluarkan semuanya biasanya kita tumpahkan ke dinding - dinding facebook kita.

Pada postingan kali, kami tampilkan kumpulan status facebook karyawan terkait dengan atasan dan pekerjaannya. Biar rame, statusnya kami beri tanggapan he he he.

Mohon maaf kalau ada yang statusnya sama. Dan silahkan ditambahkan kalau ada status yang belum ada di sini. 

owner ada tiga...maunya beda2...kita yang disuruh jadi bingung sendiri.. mbok kalo mau nyuruh bawahan discuss dulu bertiga gitu sih#stresspagipagi
- nasib bawahan

"I need a new job!!!"  
- ini biasanya habis dimarahi oleh atasannya dan ingin segera mengundurkan diri atau resign saat itu juga.

"Bela - belain masuk kerja hari libur, eh malah dapat amarah klien." 
- kalau ini lagi apes aja.

"Call of duty... Back to office lagi..." 
- baru sampai rumah, eh ada panggilan dari kantor karena ada sesuatu yang urgent.

"Terikat kontrak. Untunglah gw sekarang sudah terbebas dari belenggu kontrak kerja." 
- karyawan yang sangat bersyukur sudah keluar dari pekerjaannya.


"TGIF bon... Thanks God It's Friday.... It's has been 2 weeks...he he he."
- karyawan yang kerjanya terpisah dengan anak istrinya dan biasanya bertemu pada akhir pekan saja.

"Sometime your working day feels like holiday, and some other timer your holiday feels like working day".
- karyawan yang sering disuruh masuk pada hari sabtu atau hari libur he he he.


"Boss cuti hari kerja buat mancing gak ada perasaan bersalah, giliran ane cuti 2 hari kerja untuk urusan keluarga (permintaan orang tua yang ngajak mudik) dianggap dosa besar. Ane pilih untuk tidak durhaka sama orang tua. Titik"
- pasti karyawan ini mempunyai atasan yang menyebalkan.

"Pulang kantor ketika matahari belum terbenam itu ternyata sesuatu banget."
- betul setuju.

Salah satu konsekuendi menjadi alumni *** adalah harus siap dijadikan 'pesaing' oleh orang lain yang sama - sama ingin meraih kesuksesan. Apalagi yang mengganggap 'pesaing' itu atasan sendiri#keepcoolcalm&confident..."
- Atasan model seperti ini bisa jadi sakit hati karena gagal menjadi mahasiswa ***.

"Here we go again, hands off management, taking all the credits, transferring all the blame and problems... These kind of management needs to take it like a 
Man!" 
- sepertinya gak ada yang jantan di sini.

"Pulang sampai rumah jam 23.00 dan masih ditunggui anak - anak itu mengharukan sekaligus bikin sedih.. (cerita pengalaman jumat kemarin, semoga malam ini enggak seperti itu..)
- demi anak istri tetap semangat.

"Pencapaian target jeblok, penyumbang NPF terbesar dan pemahaman produk yang rendah. Apa yang seperti ini dinilai layak diangkat? Mari kedepankan obyektifitas, bukan subyektifitas, apalagi kalau infor yang didapat dari para penghasut."
- atasan juga manusia. Tapi jangan kebangetan.

"Kerjanya pura - pura. Pura - puranya kerja. Yang kayak begini masih berharap dapat bonus dan promosi?*tepokjidat"
- contoh karyawan yang tidak disukai atasan.


"Menjalankan perintah salah, melanggar perintah salah... Bagaimana pun juga, business must keep on running..."
- ingat pertama atasan tidak pernah salah. Kedua kalau salah lihat nomor pertama.

"Seorang manager yang tidak berani bertanggung jawab atas kesalahan yang diperbuatnya dan selalu mencari kambing dalam menghadapi permasalahan yang dihadapinya, adalah orang yang gagal..."
- atasan seperti ini ke laut aje.

"Ada perbedaan yang signifikan antara SDM yang produktif dengan SDM yang hanya menggerus laba perusahaan/ cabang* Aneh kok yang produktif maupun yang enggak produktif sama - sama dinilai LB"
- it's clear like a crystal.

"Performance appraisal is how much profit and KPI we contribute to the company. Not how close we are to our superior... or am I wrong?"
- no You don't.

"Semoga ini keputusan yang terbaik. Aamiin."
- Habis kirim lamaran ke tempat lain/ niat mau resign.





Ini status facebook kami, mana status facebook-mu? Silahkan ditulis di kolom komentar di bawah ini. But don't try this at office while Your Boss is beside You :D.

Tuesday, January 13, 2015

4 Aktivitas di Media Sosial Yang Bikin Lu Dipecat

4 Aktivitas di Media Sosial Yang Bikin Lu Dipecat
Aktivitas di Media Sosial Yang Bikin Lu Dipecat

Sebagaimana kita yang hidup di zaman teknologi informasi begitu canggih, tentunya kita sangat akrab dengan berbagai macam akun social media. Sah - sah aja aktif di sana - bertemu dengan kawan lama dan mencari kawan baru.
Namun harus diperhatikan bahwa Boss Kita, Atasan Lu atasan Gua juga punya barang yang sama.

Maka berhati - hatilah dalam menggunakan akun media sosial, terkait dengan pekerjaan dan atasan.Kalau tidak hati - hati, Lu bisa dipecat.

Yuk, mari kita kupas satu - satu.

1. Jangan pernah pasang status di facebook masalah boss atau pekerjaan

 

Kalau punya akun facebook dan Lu termasuk "banci status". Sedikit - sedikit pasang status. Sedikit - sedikit pasang status. Lebih baik  jangan  nge-add boss Lu kalau mau selamat.

Kalau pun sudah kadung jadi teman (friend), karena Boss Lu itu teman satu sekolah atau entah bagaimana caranya tahu - tahu sudah jadi teman di facebook, berhati - hatilah pasang status. Terutama status soal Boss dan pekerjaan.

Kalau Lu lagi bete sama Boss dan pekerjaan Lu, terus pasang status di facebook. Siap - siap aja dipecat sama Boss. Mecatnya juga lewat status di FB.

Terus juga kalau Lu lagi nyari - nyari kerjaan, calon Boss Lu akan tahu siapa diri Lu sebenarnya. Dia tinggal ketik nama Lu, muncul deh semua tentang status Lu. Dia bakal mikir dua kali, atau malah tidak mikir sama sekali untuk ngebuang lamaran dan CV Lu ke tempat sampah.


2. Jangan sering - sering meng-update linkedin

 

Linkedin memang penting untuk  membuat jaringan (network) sekaligus mencari peluang kerjaan yang lebih baik. Akun linkedin yang baik adalah yang update. Jangan sampe informasi profesional Lu masih satu dekade yang lalu. Terus fotonya juga ketika dunia masih hitam putih he he he.

Tapi ingat jangan setiap hari Lu update linkedin Lu. Baik itu pasang status, minta endorsement dari temen - temen Lu. Dan gua yakin temen - temen Lu nge-endorse karena ingin membantu meningkatkan daya jual Lu dengan imbalan Lu nge-endorse balik. Simbois mutualisma ceritanya.

Kalau Lu sering update akun Linkedin-nya, Gua sebagai calon Boss Lu, yang lagi mencari - cari profesional berpengalaman akan berfikir : ini orang meng- update linkedin terus. Kapan kerjanya?

Terus kalau kebetulan satu link sama Boss Lu, dia akan curiga karena dapat pemberitahuan update linkedin Lu. Dia mulai berfikir bahwa Lu makan resign atau mengundurkan diri. Terus yang paling parah Lu dipanggil dan dipecat. Buat apa gaji karyawan macam kamu, kalau kerjaannya hanya update linkedin, begitu kira - kira.


3. Jangan (terlihat) terlalu aktif di forum

 

Karena satu dan lain hal ternyata Lu ditakdirkan satu forum dengan Boss Lu. Entah di mailing list, group whatsapp, group BBM dan forum - forum yang lain. Gua sarankan jangan terlihat aktif. Aktif di sini adalah sering posting atau kasih komen atas postingan yang lain. 
 
Tahanlah sedikit untuk posting walau pun tangan sudah gatal untuk membuat postingan.Apalah artinya tidak posting sebentar untuk kemaslahatan jangka panjang ha ha ha (lebay banget).
 
Kalau Lu terlihat aktif di forum, bisa membuat Boss Lu negative thinking soal Lu. Kok rajinnya di forum - forum? Emangnya kurang kerjaan apa? Yang kemarin saja belum kelar, kata Boss Lu sambil ngedumel.
 
Dan tiba - tiba dia datang ke meja Lu bawa setumpuk kerjaan yang kalau Lu kerjaan siang malam juga belum tentu kelar - kelar.

4. Jangan mengupdate blog (ini) di jam kerja

 

Kalau Lu punya blog dan menjadi blogger, berhati - hatilah di dalam mengupdate blog. Terutama di jam kerja. Selain menggangu produktivitas kerja, bisa juga ketahuan sama Boss Lu.

"Hei, ngapain Kamu? Kenapa kamu tulis - tulis soal saya di blog Kamu?" Tanya dia sambil emosi. Kalau sudah begini mau apa? Enggak dipecat sambil dituntut pencemaran nama baik aja sudah untung.

Makanya Gua kalau update blog ini di bukan di jam kerja. Gua masih pengen kerja di tempat sekarang he he he.

So hati - hati ya dengan aktivitas media sosial Kamu.


sumber :https://www.flickr.com/photos/us-mission/7408712526

Comments system

Disqus Shortname