Monday, September 22, 2014

Balada Karyawan #12 Doa Seorang Karyawan


Ya Alloh minggu – minggu ini saya mau menghadiri acara reuni bersama teman – teman ketika kuliah dulu.
Sebenarnya saya senang sekali. Karena sudah lama tidak bertemu muka dengan mereka. Selama ini komunikasi hanya lewat telfon, SMS, WA dan facebook.

Namun, Ya Alloh selain senang saya juga merasa sedih. Sedih akan kondisi saya.

Mengapa saya merasa sedih?

Karena di reuni kali teman – teman akan datang dengan mobilnya masing – masing. Memakai pakaian terbaik dan membawa istrinya yang terlihat kinclong juga. Semua orang tercitrakan sukses dan telah mencapai sesuatu.

Sedangkan saya, masih naik kendaraan umum. Harus naik dua tiga kali bus, angkot dan metromini untuk ke tempat acara.

Sebenarnya buat saya ini tidak masalah. Namun yang saya permasalahkan adalah terkadang orang lain, teman – teman saya memandang sedih melihat kondisi saya. Apakah semenyedihkan itukah kondisi saya?

Tidak punya mobil. Tidak punya tabungan pendidikan. Tidak punya asuransi kesehatan yang layak. Tidak punya tabungan haji. Boro – boro untuk beli saham atau emas antam sebagai investasi.

Memang sesuatu sekali di zaman sekarang orang tidak punya mobil.
Memang sesuatu sekali di zaman sekarang orang tidak punya proteksi atau asuransi.
Memang sesuatu sekali di zaman sekarang orang seusia saya belum buka tabungan haji.

Memang sesuatu saya itu.

Terkadang saya bekerja lebih keras dan lebih lama dari teman – teman, namun apa yang saya dapatkan lebih sedikit dari mereka.
Terkadang buat saya masih sulit untuk bergerak. Bersenang – senang atau sekedar keluar rumah di akhir pekan. Namun kondisi saya segini – gini juga.

Saya berusaha mensyukuri hidup.
Di saat orang bisa mengeluh kondisi pekerjaannya, padahal pulang ada jemputan, istri melahirkan ditanggung perusahaan, anak sakit ditanggung perusahaan. Kalau kerja lemburan gajinya bisa belasan juta. Sedangkan saya masih kebalikan semua itu.

Benar ya Alloh, saya berusaha mensyukuri hidup.
Di saat orang mengeluhkan pekerjaannya namun pulang masih bisa sore hari, sementara saya pulang selalu dalam keadaan gelap.

Karena saya tahu masih banyak orang yang belum punya pekerjaan.

Ya Alloh hamba ingin punya mobil. Gak usah baru gak apa – apa. Second juga tidak masalah. Mobil second metik berwarna hitam yang masih bagus jalannya.

Buat mengajak keliling komplek dan tempat tinggal saya bersama anak dan istri.
Buat mengunjungi orang tua yang semakin sulit waktu dan kemampuan saya untuk mewujudkan.

Ya Alloh berilah kami mobil, insya Alloh untuk kebaikan bukan hal – hal yang tidak bermanfaat.
Ya Alloh kabulkan doa saya, seorang karyawan yang bekerja keras (60 jam per minggu) namun belum bisa membeli mobil. Amiin.

No comments:

Post a Comment

Wahai Karyawan Seluruh Dunia, Berkomentar-lah!

Comments system

Disqus Shortname