Sunday, June 14, 2015

8 Tips Cara Membuat Surat Lamaran Kerja

8 Tips Cara Membuat Surat Lamaran Kerja

Jangan sampai karena ketidaktahuan kita mengenai cara membuat surat lamaran kerja yang baik membuat kita tidak mendapatkan kesempatan untuk dipanggil untuk mengikuti tahapan wawancara kerja dari posisi yang kita lamar. Bisa jadi kita adalah orang yang mempunyai pendidikan dan pengalaman yang sesuai dengan persyaratan perusahaan yang kita lamar.

Di bawah ini adalah cara membuat surat lamaran kerja yang baik. Dalam membuat membuat surat lamaran harus memperhatikan hal - hal di bawah ini :

1. Tulis dalam bahasa yang diminta

Surat lamaran ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris sesuai dengan informasi di lowongan kerja. Kalau lowongan kerjanya ditulis dalam bahasa Inggris, mensyaratkan kemampuan baca tulis Inggris mau tidak mau harus ditulis dalam bahasa Inggris. Kalau lowongan disampaikan dalam bahasa Indonesia, surat lamaran tidak wajib ditulis dalam bahasa Inggris. Apalagi kalau kemampuan bahasa Inggris kita pas - pasan. Namun kalau posisi yang ditawarkan posisi middle manager ke atas, pemakaian bahasa Inggris bisa jadi nilai lebih. Di zaman sekarang ini sudah tidak aneh orang mempunyai kemampuan ini.

2. Gunakan bahasa yang baik dan benar

pergunakan bahasa yang baik dan benar karena surat lamaran kerja termasuk surat resmi. Jangan menggunakan menggunakan bahasa yang sesuai dalam pembuatan surat resmi.

3. Tulislah dengan kalimat yang singkat padat dan jelas

jangan bertele-tele dalam menulis surat lamaran dan usahakan panjangn surat lamaran kerja hanya satu halaman kertas ukuran A4. Surat lamaran bisa menampilkan jati diri seseorang serta sebuah instansi atau perusahaan tidak menyukai surat lamaran yang bertele-tele. Tim penseleksi calon pegawai menerima ratusan bahkan ribuan lamaran dari banyak orang. Untuk mengefisienkan mereka hanya berfokus hal - hal ini dari sebuah surat lamaran kerja : Pelamar melamar posisi apa, pendidikan terakhir, nilai ijazah atau indeks prestasi kumulatif serta hal - hal apa yang mendukung dari si pelamar. Semakin singkat, padat dan jelas semakin memudahkan bagi panitia, begitu sebaliknya.

4. Tulislah dengan tulisan tangan

Pada beberapa perusahaan penulisan surat lamaran kerja secara manual lebih disukai perusahaan karena melalui tulisan tangan bisa dinilai bagaimana pribadi seseorang. Biasanya mereka akan menyebutkan pada persyaratan di lowongan kerja yang dipasang. Kalau tidak disebutkan umumnya orang menuliskan dengan diketik.

Kalau menggunakan komputer, cetaklah surat lamaran kerja dengan printer laser atau inkjet (jangan dot matrix). Hal ini dilakukan agar kita tidak terlihat gaptek.

5. Perhatikan kebersihan surat lamaran kerja

jangan sampai ada coretan atau bekas penghapus dalam surat lamaran kerja, jika salah menulis lebih baik tulis ulang di kertas baru, jangan menggunakan penghapus untuk menghapus.

6. Isi secara jelas data diri dan informasi yang informasi tentang diri anda serta lampirkan dokumen-dokumen pendukungnya

Kalau dalam lowongan tidak disebutkan secara rinci dokumen pendukung yang diminta, cukup lampirkan dokumen - dokumen pendukung sebagai berikut : seperti curriculum vitae (CV), transkrip nilai pendidikan terakhir, foto copy ijazah yang sudah dilegalisir dan pas foto ukuran 4x6 sebanyak 2 buah.

7. Jika anda mempunyai sertifikat pendukung yang bisa menambah nilai plus untuk diri anda jangan ragu untuk melampirkannya

Sertifikat pendukung ini misalnya sertifikat training, kursus atau keikutsertaan di sebuah seminar yang relevan dengan pekerjaan.

8. Periksa kembali

Setelah selesai membuat surat lamaran coba dibaca kembali seluruh tulisan Anda dan memastikan semuanya sudah benar. Pastikan tidak ada kesalahan ejaan, tidak ada kata-kata yang diulang atau repetitif, dan tata bahasa (grammar) yang digunakan sesuai. Kalau menggunakan komputer, di dalam program MS Word kita bisa menggunakan spell dan grammar checker. Gunakanlah!

Dengan memperhatikan cara membuat surat lamaran kerja, mudah - mudahan surat lamaran yang kita buat mampu mengantarkan kita ke tahapan tes berikutnya dan bisa menunjukkan kualifikasi kita sehingga kita bisa mendapatkan pekerjaan yang kita idam - idamkan.

Thursday, May 7, 2015

5 Tips menjaga motivas kerja karyawan dalam kondisi sulit

motivasi kerja karyawan

Ketika kondisi ekonomi dunia sedang mengalami kemunduran, banyak para atasan mengalami kesulitan untuk terus memberikan motivasi kerja karyawan - terutama untuk kondisi dimana diberlakukan pemotongan banyak fasilitas karyawan agar perusahaan tetap bisa bertahan. Sebagai atasan, apa yang dapat kita lakukan  untuk menjaga motivasi karyawan, apalagi dalam kondisi sulit sekarang ini? Cobalah untuk 5 tips motivasi kerja karyawan di bawah ini :

Tips 1

Bertindak sebagai model/ panutan serta membantu menginspiras karyawan untuk mengenali apa yang mereka sukai di tempat kerja; kemudian sediakan beberapa proyek di mana mereka memiliki passion dan interest - karyawan bahagia adalah karyawan termotivasi!

Tips 2

Definisikan secara jelas visi misi dan strategi perusahaan serta tujuan dan sasaran dari setiap karyawan (termasuk melibatkan karyawan dalam menyusunnya). Pastikan semua orang di tim kita memahami peran kunci mereka  dalam memberikan kontribusi bagi keberhasilan departemen. Pastikan setiap karyawan adalah sejalan dengan strategi secara keseluruhan sehingga kelompok Anda dapat bekerja sebagai sebuah tim dan saling membantu. Energi tim positif akan membantu memotivasi orang.

Tips 3

Berdayakan karyawan kita untuk memperoleh kesuksesan dengan mendelegasikan pekerjaan - pekerjaan yang lebih menantang dan bermakna. Karena tantangan ini mereka akan terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Pada umumnya, setiap orang ingin sukses dan ingin serta berkembang. Oleh karena itu berikanlah mereka kesempatannya.

Tips 4

Luangkan waktu untuk berdiskusi dengan setiap karyawan mengenai rencana pengembangan diri mereka sendiri. Kemudian sediakan pelatihan dan bimbingan yang memadai untuk mereka. Selain itu bantu mereka untuk meningkatkan ketrampilan, kesadaran (sense) akan kompetensi dan prestasi.

Tips 5

Memantau kemajuan karyawan kita dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran mereka. Berikanlah imbalan (rewardI untuk memperkuat perilaku positif, meningkatakn kesadaran (sense) untuk terus maju dan tetap termotivasi. Untuk hal ini bisa dilakukan dengan hal - hal sederhana seperti memberikan pengakuan di hadapan para karyawan lainnya dan imbalan (reward) yang tidak harus mahal namun sangat berarti bagi mereka.

Memberikan motivasi karyawan untuk belajar, berkembang, mencoba tugas baru yang lebih menantang, serta bekerja sama sebagai sebuah tim sangatlah memuaskan. Melihat raut wajah mereka yang senang ketika berhasil melakukan sesuatu yang tidak pernah terfikir sebelumnya itu pun, mungkin kebahagian tersendiri bagi kita.

Demikian 5 tips motivasi kerja karyawan dalam kondisi sulit. Kalau ada tips lain yang belum termasuk, silahkan berbagi di kolom komentar.

sumber gambar : https://www.flickr.com/photos/europedistrict/

Wednesday, April 29, 2015

6 Alasan Karyawan Resign Dari Pekerjaannya Sekarang

Sebelum kita memutuskan untuk resign atau mengundurkan diri dari tempat kerja sekarang, harus dipastikan apa alasan untuk resign dari pekerjaan sekarang. Ketika alasan kerja sudah didapat, maka kita bisa lebih yakin untuk mencari informasi lowongan pekerjaan dan bisa menjawab dengan tepat ketika wawancara kerja serta kalau ditanya oleh atasan kita.

Di bawah ini adalah alasan seorang karyawan untuk mengundurkan diri dari tempat kerjanya.

1. Diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil

Alasan resign yang pertama adalah menjadi pegawai negeri sipil. Boleh dikatakan menjadi PNS menjadi impian hampir semua orang: ritme kerja yang tidak seketat pegawai swasta, keamanan pekerjaan yang tinggi dan adanya dana pensiun di hari tua. Ketika ada lowongan cpns, maka berbondong - bondong orang, termasuk orang yang sudah bekerja, untuk melamar menjadi pegawai negeri sipil. Penulis melihat sendiri di tempat kerja sekarang telah terjadi bedol desa karyawan level staff karena banyak yang diterima di beberapa kementerian. Dan atasan penulis mengakui bahwa sulit rasanya menawarkan yang lebih baik untuk menahan karyawan resign kalau mereka diterima menjadi pegawai negeri sipil.

2. Pindah kerja

Karyawan memutuskan mengundurkan diri dari tempat kerja karena pindah kerja ke perusahaan lain. Hal ini disebabkan oleh :
   - gaji dan fasilitas kerja yang lebih baik di tempat baru.
   - posisi yang lebih tinggi; karir yang lebih baik.
   - mencari tempat kerja yang lebih dekat dari tempat tinggal. Tempat kerja sekarang jauh membuat karyawan tidak mempunyai quality time dengan keluarga.
   - Sudah tidak cocok dengan management perusahaan. Beberapa kebijakan management membuat karyawan menjadi tidak betah bekerja dan ini menjadi alasan untuk resign.
   - suasana kerja yang tidak mendukung.
   - berganti profesi. Terkadang ada seorang karyawan merasa jenuh dengan pekerjaannya sekarang. Apalagi kalau ternyata itu bukan passion-nya. Ada seorang formulator RND melamar menjadi seorang sales representative bahan baku karena ingin profesi yang berbeda. Dari yang sering berada di dalam ruangan menjadi banyak di luar.

3. Melanjutkan pendidikan

Ada karyawan yang memutuskan keluar dari pekerjaannya karena mau melanjutkan pendidikan. Biasanya mengambil kuliah S2 baik di dalam maupun di luar negeri. Baik itu untuk meningkatkan kompetensi profesionalnya sehingga bisa mendapatkan karir yang lebih tinggi atau mau menjadi tenaga pengajar/ dosen.

4. Masalah keluarga

Faktor Keluarga bisa menjada alasan resign seorang karyawan. Ada karyawati yang baru menikah, mengajukan diri untuk resign karena dilarang suami atau mau fokus menjadi ibu rumah tangga yang baik.Ada karyawati yang mengundurkan diri dari tempat kerja karena baru mempunyai anak. Anaknya tidak ada yang mengasuh sehingga mau tidak mau harus dia yang turun tangan. Ada juga yang resign dari tempat kerja karena harus merawat orang tuanya yang sudah tua atau sakit keras. Penulis sendiri mempunyai teman yang rela kelaur dari tempat kerjanya karena harus merawat bapaknya yang gagal ginjal.

5. Membuka usaha sendiri 

Menjadi pengusaha menjadi alasan karyawan resign dari tempat kerjanya. Ada sebagian karyawan yang mempunyai cita - cita menjadi pengusaha; tidak selamanya mau menjadi karyawan. Menjadi pengusaha ada peluang kebebasan finansial dan waktu kerja yang lebih fleksibel karena kita yang mengaturnya. Untuk mencapai ini ada yang sudah bertahun - tahun mengumpulkan modal dan mencari peluang usaha, bahkan ada yang sudah merintis usahanya ketika masih bekerja.

6. Terlibat masalah di tempat kerja

alasan resign kerja

Kalau kelima alasan untuk resign di atas berasal dari diri karyawan sendiri, maka alasan kelima ini disebabkan oleh kebijakan perusahaan. Ada perusahaan yang tidak mentolelir tindakan karyawan yang melanggar peraturan perusahaan seperti : terlibat pencurian, berkelahi atau selingkuh. Kalau ketahuan biasanya perusahaan mengambil tindakan tegas dan meminta karyawan untuk mengundurkan diri. Penulis sendiri menjadi saksi ada karyawan yang dikeluarkan hari itu juga karena ketahuan mencuri produk walau pun satu pieces.

Demikian beberapa alasan untuk resign dari tempat kerja yang bisa kita gunakan ketika ditanya oleh atasan kita. Silahkan ditambahkan di kolom komentar kalau ada yang terlewat.

sumber gambar : https://www.flickr.com/photos/dave77459/

Friday, April 24, 2015

Alasan Yang Tepat Untuk Wawancara Kerja

Alasan Tepat Yang Untuk Wawancara Kerja

Tentu sangat menyenangkan kalau surat lamaran kerja yang kita kirim ke perusahaan lain dijawab dengan adanya panggilan wawancara kerja.
Senang sih senang. Tapi alasan apa yang mau kita sampaikan ke boss? Kalau kebetulan boss kita baik dan sadar bahwa mencari penghidupan dan karir yang lebih baik adalah hak semua orang, tentu dia akan maklum kalau kita minta izin tidak masuk kerja guna keperluan wawancara kerja. Apalagi kalau kita sama boss adalah sama - sama karyawan. Namun perlu diingat tipe boss seperti ini mungkin barang langka; hanya ada 1 orang  diantara 1000 atasan.

Saya pernah menemukan atasan seperti ini. Karena kesal beberapa anak buahnya sering izin tidak masuk tanpa alasan yang jelas, dia menembak langsung : Kamu izin tidak masuk mau wawancara ya? Dari pada kalian sembunyi - sembunyi seperti ini lebih baik terus terang saja. Saya izinkan kalian tidak masuk untuk wawancara asal pekerjaan kalian beres. Tentu pernyataan ini disukai dan mulai saat itu bawahannya tidak perlu berbohong untuk melakukan wawancara kerja. Jadi selain harus menyiapkan diri menghadapi wawancara kerja, juga harus menyiapkan alasan yang tepat ke atasan untuk wawancara kerja.

Kalau informasi panggilan wawancara kerja diberitahukan jauh - jauh hari kita, kita bisa mengajukan cuti guna keperluan wawancara kerja. Tapi kalau panggilan wawancara kerjanya mendadak sehingga kita tidak bisa mengajukan cuti (pada umumnya cuti diajukan paling telat satu pekan sebelumnya) maka kalau daya tawar kita kuat ke perusahaan yang kita lamar, kita bisa menegosiasikan waktu wawancara menjadi akhir pekan atau setelah jam kerja. Namun kalau kita tidak punya daya tawar yang cukup mau tidak mau kita harus sedikit berbohong meminta izin tidak masuk ke atasan kita agar bisa memenuhi panggilan interview pekerjaan ini.

Beragam alasan bisa kita sampaikan kepada atasan kita. Tapi pada umumnya alasan yang biasa digunakan antara lain :

1. Ada urusan keluarga
Ada urusan keluarga yang tidak bisa ditunda bisa menjadi alasan kita tidak masuk. Biasanya atasan tidak akan menanyakan lebih lanjut jenis urusan keluarga apa yang tidak bisa ditunda. Kalau dia ingin mengetahui lebih jauh, katakan saja ada saudara menikah, saya jadi penerima tamu 24 jam, misalnya.

2. Ada keluarga yang sakit
Alasan ini lebih ampuh. Biasanya atasan juga tidak akan bertanya lebih jauh. Kita bisa katakan di rumah ada yang sakit. Orang tua kita, anak kita atau istri/ suami kita. Kita harus mengantarnya ke dokter untuk berobat atau harus menungguinya. Tentu atasan akan mengizinkannya. Masak sih ada anggota keluarga sakit, kita tidak mau mengantar ke dokter atau menjaganya. Yang penting kita berdoa mudah - mudahan jangan sampai ada anggota keluarga kita benar - benar jatuh sakit karena dijadikan alasan guna keperluan wawancara kerja ke atasan kita.

Alasan - alasan di atas bisa coba kita sampaikan. Mudah - mudahan wawancara kerja kita kali ini berhasil dan bisa pindah kerja ke tempat lain yang lebih baik. Dan yang terpenting ketika kita meninggalkan tempat lama, harus memberikan kesan yang baik. Tidak ada masalah, hasil kerja baik dan hubungan dengan atasan dan rekan kerja juga baik. Termasuk ketika kita menyampaikan alasan juga harus secara baik - baik. Selamat mencoba dan tuliskan di kolom komentar kalau ada alasan yang lain. Terima kasih.

Comments system

Disqus Shortname